seputarindonesiatv.id || Malang – Malam Senin (23/3/2026) di Dau berbeda. Sejak pukul 21.00 WIB, sorot lampu Mako Polsek Dau menyatukan 11 personel gabungan Rayon Lawang dalam apel singkat. AKP Hari Eko Utomo, S.AP.,M.H. (Plt. Kapolsek Dau) memberi garis komando: hindari sikap arogan, pilih dialog, catat potensi, dan pastikan permukiman tidur tenang. Di belakangnya, 4 anggota Polsek Dau berdiri bersama 2 personel Polsek Lawang, 2 dari Singosari, dan 2 dari Karangploso —tim kecil yang akan menyisir titik rawan selama 90 menit ke depan.
Dua motor patroli keluar lebih dulu. Di simpang Jalan Kenangan, suara brong memecah keheningan. Lima motor dengan pipa racing dan ban cacing diminta menepi. “Kami hanya ingin anak-anak bisa tidur, Mas,” ujar seorang petugas sambil mengetuk knalpot panas. Identitas dicatat, nomor ponsel pengendara disimpan untuk pengecekan sepekan mendatang, dan janji mengganti knalpot standar diucapkan setengah berbisik. Seorang remaja mengaku habis mengantar makanan; petugas menasihati agar tak memicu kebisingan lagi.
Mobil patroli mengambil jalur panjang ke perbukitan Dau yang sering dipakai latihan balap liar. Di area parkir warung kopi, petugas memeriksa dua mobil travel: bagasi dibuka, senter menyapu sudut-sudut, hasilnya nihil —tak ada sajam, miras, narkoba, atau benda mencurigakan lain. Perjalanan berlanjut ke gang perumahan, jendela-jendela mulai gelap, tanda penghuni telah terlelap. Seorang bapak di pos ronda menyalakan senter, menghampiri jip patroli, dan berterima kasih karena Minggu malam sebelumnya sangat bising. Petugas mencatat nama jalan itu untuk pemantauan ekstra.
Pukul 22.25 WIB, dua tim bertemu di pasar Dau yang sudah tutup. Komandan regu mengangguk: tidak ada barang terlarang, tidak ada balap liar, lalu lintas lengang. Apel konsolidasi di halaman Mako pukul 22.30 WIB berakhir dengan simpulan aman, kondusif, dan terkendali. AKP Hari menekankan, kekuatan bukan di jumlah, melainkan kehadiran yang terlihat dan didengar warga. Pola gabungan Rayon Lawang ini akan terus digulirkan sepanjang puncak Lebaran agar malam di Dau milik doa dan istirahat, bukan deru knalpot.
Editor : Red








