seputarindonesiatv.id || KENCONG, 16 MARET 2026 – Program insentif guru ngaji yang disalurkan pemerintah daerah tidak hanya dirasakan oleh para pengajar Al-Qur’an. Di Desa Wonorejo Kecamatan Kencong, program tersebut juga menjadi cerita kebersamaan lintas agama, ketika para guru kitab dari kalangan non-Muslim turut menerima bantuan yang sama.
Salah satu penerima insentif Yuni Astuti mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah yang telah memberikan penghargaan kepada para pengajar kitab suci, termasuk dari kalangan non-Muslim. Menurutnya, insentif tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi para pengajar yang selama ini mengabdikan diri dalam membina pendidikan keagamaan.
Ia menyampaikan bahwa insentif guru ngaji atau guru kitab untuk tahun 2026 telah diterima dan sangat membantu dalam mendukung aktivitas pelayanan dan pengajaran kepada jemaat.
“Terima kasih kepada Bupati Jember Muhammad Fawait yang sudah memberikan perhatian kepada para guru kitab. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk mendukung pelayanan kami,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan doa agar pimpinan daerah selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin serta menjalankan berbagai program pembangunan untuk masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa dari kalangan Katolik terdapat dua orang penerima insentif yang nantinya akan dibagikan kembali kepada beberapa pengajar kitab lainnya. Sementara dari Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), hanya empat orang yang lolos sebagai penerima insentif.
Meski jumlah penerima masih terbatas, para guru kitab tetap menyambut baik program tersebut karena dianggap sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap para pengajar agama.
Ke depan, mereka berharap ada kebijakan yang lebih luas agar semakin banyak guru kitab non-Muslim yang dapat menerima insentif serupa.
“Harapan kami, ke depan ada kebijakan baru agar lebih banyak guru kitab non-Muslim yang bisa mendapatkan insentif seperti ini,” ungkapnya.
Kisah ini menjadi potret kecil dari kehidupan masyarakat di Kecamatan Kencong, di mana semangat pengabdian para guru agama dari berbagai latar belakang tetap berjalan berdampingan, saling menghormati, dan bersama-sama membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Editor : Fur






