seputarindonesiatv.id | SIDOARJO – Ratusan kepala sekolah SD dan SMP Negeri di Kabupaten Sidoarjo menjalani mutasi dan dikukuhkan sebagai kepala sekolah definitif. Pengukuhan tersebut berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (12/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja dan keberpihakan terhadap kepentingan peserta didik.
“Jabatan kepala sekolah bukanlah tempat mencari kenyamanan, melainkan ruang untuk menunjukkan kinerja terbaik dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sumber daya manusia,” tegas Subandi.
Ia meminta para kepala sekolah memastikan tidak ada anak di Sidoarjo yang terputus pendidikannya hanya karena persoalan ekonomi. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang pendidikan yang inklusif sekaligus mampu membuka kesempatan bagi seluruh anak untuk berkembang.
Subandi juga menekankan pentingnya kepemimpinan sekolah yang mampu menggerakkan guru, meningkatkan mutu pembelajaran, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.
“Peran kepala sekolah di sini membentuk generasi masa depan melalui pendidikan yang inklusif, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Soroti Program 20.000 Beasiswa
Dalam arahannya, Bupati Subandi meminta seluruh kepala sekolah ikut mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, salah satunya program 20.000 beasiswa pendidikan.
Program tersebut, kata Subandi, merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah agar persoalan ekonomi tidak menjadi alasan anak-anak Sidoarjo kehilangan hak untuk mendapatkan pendidikan.
“Pemerintah daerah berkomitmen pada program prioritas, termasuk 20.000 beasiswa pendidikan,” katanya.
Namun, Subandi mengingatkan agar program tersebut tidak berhenti pada pencapaian angka administratif. Kepala sekolah diminta aktif mengidentifikasi siswa yang membutuhkan dukungan pendidikan dan memastikan bantuan benar-benar menyasar mereka yang berhak.
Kepala Sekolah Diminta Bijak Terapkan ODL
Subandi juga menyoroti pelaksanaan Outdoor Learning (ODL). Ia meminta kepala sekolah mempertimbangkan kondisi peserta didik sebelum menentukan kegiatan pembelajaran di luar kelas.
Menurutnya, pelaksanaan ODL tidak harus dilakukan jauh dari lingkungan sekolah. Kegiatan dapat disesuaikan dengan kemampuan daerah dan kondisi siswa.
“Kadang saya kasihan melihat ODL terlalu jauh. Apalagi ada anak yang tidak mampu. Ini kan kesenjangan yang ada di sekolah. Bapak kelola dengan baik. Tidak usah jauh-jauh. Yang penting teman-teman mampu,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat agar kegiatan pendidikan tidak justru menimbulkan beban tambahan bagi keluarga peserta didik.
Pengelolaan Dana Sekolah Jadi Perhatian
Selain persoalan pembelajaran, Subandi memberikan perhatian khusus terhadap kepala sekolah yang baru menjalankan tugas, terutama dalam pengelolaan anggaran dan bantuan pembangunan sekolah.
Ia meminta kepala sekolah baru memahami secara detail aturan dan mekanisme pengelolaan bantuan rehabilitasi sekolah agar tidak terjadi kesalahan administrasi maupun pelaksanaan pembangunan.
“Jangan sampai nanti ada kepala sekolah yang baru, sebagai pengelola swakelola, ternyata pengelolaannya pembangunan tidak sesuai dengan spek, tidak sesuai dengan pembangunan,” tegasnya.
Subandi juga meminta komunikasi antara pihak sekolah dengan kontraktor maupun pihak terkait dilakukan secara terbuka dan sesuai ketentuan.
Pesan tersebut sekaligus menjadi peringatan bahwa semakin besar kewenangan yang diberikan kepada kepala sekolah, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan penggunaan anggaran pendidikan.
Melalui pengukuhan tersebut, Pemkab Sidoarjo berharap para kepala sekolah mampu menjalankan kepemimpinan pendidikan secara profesional, tidak hanya mengejar capaian administratif, tetapi juga memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak terhadap kualitas pendidikan dan masa depan peserta didik di Kabupaten Sidoarjo.
Editor : Sundary

