seputarindonesiatv.id || SURABAYA – Ada pengalaman berbeda yang dirasakan mahasiswa baru Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya setelah beberapa hari mengikuti rangkaian Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (Prodamaba) 2026.

Jika sebelumnya mereka mengenal kehidupan kampus melalui ruang kelas dan berbagai kegiatan pengenalan akademik, kali ini para mahasiswa diajak keluar dari lingkungan kampus untuk merasakan langsung atmosfer kehidupan di laut melalui kegiatan Jaisailing bersama KRI Makassar.

KRI Makassar yang bersandar di Dermaga Semampir, Surabaya, menjadi ruang belajar yang berbeda. Di atas kapal perang TNI Angkatan Laut tersebut, mahasiswa tidak hanya menikmati pengalaman berlayar, tetapi juga diperkenalkan dengan dunia kemaritiman, kedisiplinan, kerja sama hingga tanggung jawab.

Untuk sesaat, mereka meninggalkan bangku kampus dan merasakan pengalaman menjadi “pelaut sehari.”

Kegiatan tersebut turut diikuti Wakil Rektor I UHT Dr. Widyastuti, drg., Sp.Perio., Wakil Rektor III UHT Laksamana Pertama TNI (Purn) Dr. Toto Dwijaya Saputra, S.T., M.Si.(Han)., M.Tr.Opsla., serta sejumlah pejabat utama Universitas Hang Tuah.

Kehadiran jajaran pimpinan UHT memberikan semangat tersendiri bagi mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan tersebut.

Di atas KRI Makassar, mahasiswa diperkenalkan dengan lingkungan kapal dan kehidupan para pelaut. Mereka juga diajak memahami bahwa sebuah kapal tidak mungkin beroperasi hanya mengandalkan satu orang.

Setiap personel memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Dari situlah mahasiswa belajar tentang arti disiplin, kekompakan, keberanian, kepemimpinan dan kemampuan bekerja dalam sebuah tim.

KRI Makassar dalam kegiatan tersebut dikomandani Letkol Laut (P) Widi Aditya, S.T., M.Tr.Opsla.

Bukan Sekadar Rekreasi

Rektor Universitas Hang Tuah Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng. menegaskan, Jaisailing bukan sekadar kegiatan rekreatif.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memperkenalkan wawasan kemaritiman kepada mahasiswa baru UHT.

“Mahasiswa Universitas Hang Tuah harus memiliki wawasan yang luas tentang kemaritiman. Jangan hanya mengenal laut dari buku atau ruang kelas, tetapi juga perlu melihat dan merasakan secara langsung bagaimana kehidupan di laut,” ujar Avando.

Ia menilai pengalaman langsung akan memberikan pemahaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran secara teori.

Sebagai perguruan tinggi yang memiliki identitas kuat sebagai kampus berkarakter kemaritiman, UHT ingin mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memahami posisi strategis laut bagi Indonesia.

“Jadikan pengalaman Jaisailing ini sebagai pengalaman berharga. Ambil nilai-nilai positif yang ada, terutama kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut akan sangat berguna dalam perjalanan kalian sebagai mahasiswa,” pesannya.

Avando berharap pengalaman tersebut mampu menumbuhkan kebanggaan mahasiswa terhadap Indonesia sebagai negara kepulauan sekaligus negara maritim.

Belajar dari Para Prajurit

Sementara itu, Komandan KRI Makassar Letkol Laut (P) Widi Aditya menyambut baik kehadiran mahasiswa baru UHT di atas kapal.

Menurutnya, Jaisailing memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana kehidupan di kapal sekaligus memahami pentingnya disiplin dan kerja sama.

“Di kapal, tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri. Semua membutuhkan kerja sama, disiplin dan tanggung jawab. Setiap orang memiliki tugas dan peran masing-masing,” ujarnya.

Widi Aditya berharap pengalaman berada di KRI Makassar tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi dapat menjadi pelajaran yang dibawa mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar. Rasakan bagaimana kehidupan di kapal, lihat bagaimana para prajurit bekerja, dan ambil nilai-nilai positif yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Bagi mahasiswa baru, pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian yang paling berkesan dalam rangkaian Prodamaba UHT 2026. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tetapi juga diajak melihat dunia dari perspektif yang berbeda—dari atas kapal perang, di tengah atmosfer kehidupan kemaritiman.

Rangkaian Prodamaba UHT 2026 kemudian secara resmi ditutup oleh Rektor Universitas Hang Tuah pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Penutupan tersebut menandai berakhirnya masa pengenalan kehidupan kampus sekaligus menjadi awal perjalanan baru mahasiswa untuk menjalani aktivitas perkuliahan sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Hang Tuah.

Dari kampus menuju kapal, dari teori menuju pengalaman nyata, mahasiswa baru UHT mendapat pesan sederhana: menjadi mahasiswa bukan hanya soal mengejar ilmu, tetapi juga membangun karakter.

Pengalaman menjadi “pelaut sehari” bersama KRI Makassar diharapkan menjadi kenangan awal yang membekas sekaligus menumbuhkan kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, semangat kebersamaan, serta kecintaan terhadap laut dan kemaritiman Indonesia.

Editor : Red