seputarindonesiatv.id || SIDOARJO – Rencana pembangunan Flyover Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, diarahkan tidak hanya untuk mengurai kepadatan lalu lintas saat ini, tetapi juga diproyeksikan mampu mengantisipasi pertumbuhan volume kendaraan hingga sekitar 30 tahun ke depan.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) tengah mematangkan skema pembangunan flyover dengan konsep enam lajur dua arah. Skema tersebut dinilai perlu dipertimbangkan sejak tahap perencanaan agar kapasitas jalan mampu menyesuaikan perkembangan lalu lintas dalam jangka panjang.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, penggunaan enam lajur dua arah menjadi salah satu opsi yang perlu dipertimbangkan secara matang. Menurutnya, apabila flyover hanya menggunakan empat lajur, kapasitas jalan diperkirakan mencapai titik jenuh dalam waktu sekitar 15 tahun.
“Kalau kita menggunakan enam lajur, harapannya titik jenuh bisa teratasi sampai 30 tahun ke depan. Karena ini termasuk proyek nasional, harus dipertimbangkan untuk jangka panjangnya,” ujar Subandi dalam koordinasi pembahasan kesepakatan Right of Way (ROW) pembangunan Flyover Gedangan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan BBPJN, Kamis (1/10/2026).
Subandi menegaskan, pembangunan Flyover Gedangan merupakan bagian dari program nasional. Karena itu, desain dan kebutuhan ruang jalan dinilai harus dipersiapkan secara matang sejak awal.
“Program nasional ini harus kita pikirkan untuk 30 tahun ke depan. Kalau DED sekarang sudah diputuskan, tinggal satu langkah lagi untuk menyelesaikannya,” katanya.
ROW dengan PT KAI Masih Dibahas
Salah satu persoalan yang masih menjadi pembahasan adalah kesepakatan mengenai ROW atau ruang milik jalan, khususnya terkait kebutuhan ruang untuk pembangunan flyover enam lajur.
Pemkab Sidoarjo berharap kesepakatan tersebut dapat segera dicapai antara pihak-pihak terkait. BBPJN dan PT KAI masih melakukan pembahasan mengenai kebutuhan ruang dan desain pembangunan Flyover Gedangan.
Perwakilan PT KAI, Donny, menyampaikan dukungan terhadap pembangunan Flyover Gedangan. Namun, PT KAI membutuhkan kepastian mengenai skema ROW enam lajur dua arah agar dapat menyesuaikan kebutuhan teknis serta ruang milik perkeretaapian.
Hal tersebut menjadi penting karena pembangunan flyover berada pada kawasan yang bersinggungan dengan infrastruktur perkeretaapian dan aktivitas transportasi yang terus berkembang.
Tidak Boleh Mengganggu Pengembangan Jalur Kereta
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, mengatakan desain Flyover Gedangan juga perlu memperhatikan rencana pengembangan sistem perkeretaapian.
Salah satunya adalah program Surabaya Regional Railway Line (SRRL).
Menurut Denny, tahapan SRRL saat ini telah berjalan dan laporan pendahuluan juga telah dilakukan. Karena itu, pembangunan flyover harus memastikan desain konstruksinya tidak mengganggu pengembangan jalur kereta api pada masa mendatang.
“Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah batas ketinggian ruang milik jalan (rumija) dan ruang manfaat jalan (rumaja). Jangan sampai nantinya mengganggu arus kereta api serta akses menuju Stasiun Gedangan,” jelasnya.
Selain persoalan ketinggian dan ruang, aspek keselamatan serta keterhubungan antara infrastruktur jalan dan perkeretaapian juga menjadi bagian penting dalam perencanaan.
Arus Lalu Lintas di Sekitar Stasiun Gedangan Jadi Perhatian
Pemerintah juga perlu memperhitungkan tata ruang dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar emplasemen atau ruang terbuka Stasiun Gedangan.
Pasalnya, kawasan tersebut berpotensi mengalami persimpangan sejumlah arus lalu lintas yang berasal dari kendaraan jalan raya maupun aktivitas di sekitar stasiun.
Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi sejak tahap desain agar keberadaan flyover tidak justru menimbulkan persoalan baru pada titik-titik pertemuan arus kendaraan.
Dengan demikian, pembangunan Flyover Gedangan tidak hanya berkaitan dengan kapasitas enam lajur, tetapi juga harus terintegrasi dengan kebutuhan perkeretaapian, tata ruang, keselamatan, serta pengaturan lalu lintas di kawasan sekitar.
Pemkab Sidoarjo berharap pembahasan antara pemerintah daerah, BBPJN dan PT KAI dapat segera menghasilkan kesepakatan sehingga proses pembangunan Flyover Gedangan dapat berjalan sesuai perencanaan.
Konsep enam lajur tersebut kini menjadi bagian penting dalam pembahasan desain, terutama untuk memastikan infrastruktur yang dibangun hari ini tetap mampu mengakomodasi kebutuhan transportasi Sidoarjo dalam jangka panjang.
Editor : Sundary

