seputarindonesiatv.id || SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong percepatan pembangunan Jembatan Candinegoro. Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp1,46 miliar tersebut kini dikerjakan dengan sistem kerja hingga 24 jam untuk mengejar target penyelesaian pada Desember 2026.
Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) progres pembangunan Jembatan Candinegoro pada Selasa (6/10/2026) pagi. Dalam kunjungan tersebut, diketahui progres fisik proyek berada di angka 52,64 persen, namun mengalami deviasi sekitar minus 9,94 persen.
Subandi meminta kontraktor segera melakukan langkah percepatan agar keterlambatan tidak semakin melebar. Ia juga meminta agar pekerjaan ditargetkan minimal dapat mencapai empat meter per hari.
“PPK tadi menyampaikan deviasinya saat ini mencapai 9 persen. Karena ini pekerjaan jembatan, kami sarankan agar diberlakukan minimal sistem dua shift untuk mengejar deviasi tersebut,” ujar Subandi.
Menurutnya, masih terdapat waktu sekitar 2,5 bulan untuk mengejar ketertinggalan pekerjaan. Ia berharap pembangunan Jembatan Candinegoro dapat rampung sesuai target pada pertengahan Desember 2026.
Untuk memastikan percepatan berjalan efektif, Subandi meminta koordinasi antara PPK, konsultan pengawas dan kontraktor ditingkatkan.
“PPK kita sampaikan untuk sering sidak. Sering koordinasi antara konsultan dengan kontraktor. Kalau ada deviasi, panggil ke kantor. Bicarakan kekurangannya apa untuk segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Subandi menilai kendala teknis tidak semestinya menjadi alasan utama keterlambatan pekerjaan. Menurut dia, persoalan tenaga, material maupun kondisi teknis seharusnya sudah diantisipasi sejak tahap perencanaan.
“Tidak bisa beralasan karena air. Sebelum bekerja kan sudah ada perencanaan. Karena itu saya sampaikan kepada PPK dan konsultan pengawas agar pengawasan diperketat,” katanya.
Dikerjakan 24 Jam, Libatkan 18 Pekerja
Sementara itu, Konsultan Pengawas Proyek, Umar, menjelaskan bahwa pekerjaan pembangunan Jembatan Candinegoro telah memasuki minggu ke-11.
Berdasarkan evaluasi per Senin (5/10/2026), progres fisik proyek tercatat 52,64 persen, dengan deviasi minus 9,94 persen.
Untuk mengejar keterlambatan tersebut, pelaksana menerapkan strategi percepatan atau catch-up plan dengan sistem kerja 24 jam non-stop serta menambah alokasi tenaga kerja.
“Kami membagi pengerjaan menjadi dua tim dengan total 18 pekerja. Pengerjaan dilakukan secara maraton hingga Subuh untuk memaksimalkan tahapan pemasangan struktur baja, diafragma, dan gelagar WF,” ujar Umar.
Umar mengungkapkan terdapat sejumlah kendala teknis dan lapangan yang menjadi pemicu keterlambatan. Salah satunya terkait pengiriman material baja Wide Flange (WF) yang harus dirakit terlebih dahulu di pabrik atau workshop.
Selain itu, kondisi akses pengangkutan material juga menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan. Intensitas air di area pekerjaan fondasi turut memengaruhi pelaksanaan pekerjaan.
Meski demikian, pihaknya memastikan langkah percepatan terus dilakukan.
“Meski ada keterlambatan di awal, dengan percepatan pemasangan baja dan pengecoran plat lantai serta plat injak yang sedang berjalan, kami optimistis proyek selesai tepat waktu,” kata Umar.
Mo
Saat ini, pekerjaan pengecoran pile cap abutment atau fondasi bawah di sisi utara telah rampung dan memasuki masa perawatan beton (curing).
Tahapan berikutnya meliputi penyelesaian sisi selatan, dinding abutment, serta pier head atau kepala jembatan.
Pemkab Sidoarjo berharap pola kerja percepatan tersebut mampu menekan deviasi dan memastikan pembangunan Jembatan Candinegoro dapat selesai sesuai target, dengan tetap memperhatikan kualitas serta keselamatan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Editor : Sundary
What do you feel about this post?
Like
Love
Happy
Haha
Sad

