seputarindonesiatv.id || SURABAYA, – Penguatan ekonomi kerakyatan harus dimulai dari lingkungan internal organisasi. Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Partai Nasionalis Nusantara (DPN-PNN), Teten Indra Abdillah, dalam kunjungan kerja ke Posko Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasionalis Nusantara Jawa Timur (DPW-PNN Jatim), Sabtu (17/10/2026).

Posko DPW-PNN Jatim yang berlokasi di Jalan Raya Bungkal No. 50 Y, RT 08/RW 03, Kelurahan Sambikerep, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, menyambut kedatangan Teten bersama jajaran pengurus DPN-PNN. Rombongan diterima Ketua DPW-PNN Jatim, Slamet Pramono yang akrab disapa Cak Bram, beserta jajaran pengurus dan tim wilayah.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk menyelaraskan arah perjuangan sekaligus membahas langkah konkret membangun kemandirian ekonomi anggota. Penguatan struktur dinilai perlu berjalan beriringan dengan solidaritas, pemberdayaan, dan kemampuan organisasi menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Teten Indra Abdillah: Kemandirian Harus Dibangun dari Internal

Ketua Umum DPN-PNN, Teten Indra Abdillah, menekankan bahwa ekonomi kerakyatan perlu dimulai dari lingkungan organisasi sendiri. Kebersamaan, menurut arah pesan yang disampaikan dalam naskah ini, perlu diwujudkan melalui dukungan terhadap usaha anggota, pengembangan jaringan kerja sama, serta pemanfaatan potensi ekonomi yang tersedia.

Prinsip tersebut menempatkan anggota bukan sekadar sebagai bagian dari struktur organisasi, melainkan juga sebagai unsur penting dalam membangun ekosistem ekonomi yang produktif. Pemetaan potensi usaha, pertukaran informasi, promosi produk, dan pembukaan peluang kemitraan dapat menjadi langkah awal yang terukur.

Teten juga menekankan pentingnya menjadikan Lima Pilar PNN sebagai pedoman dalam menjalankan organisasi dan menyusun program perjuangan. Nilai-nilai tersebut perlu diterjemahkan menjadi kegiatan yang memiliki sasaran jelas, pelaksanaan realistis, dan manfaat yang dapat dievaluasi.

Dengan demikian, semangat perjuangan tidak berhenti pada pernyataan atau agenda seremonial. Konsolidasi organisasi perlu diikuti kerja terencana yang memperkuat kapasitas anggota sekaligus membuka ruang kontribusi lebih luas bagi masyarakat.

Cak Bram: Solidaritas Harus Menghasilkan Kemandirian

Ketua DPW-PNN Jawa Timur, Slamet Pramono atau Cak Bram, menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi melalui kebersamaan dan partisipasi aktif anggota.

Menurutnya, anggota perlu memperoleh ruang untuk mengembangkan usaha, memperluas jaringan, dan membangun peluang ekonomi melalui kerja sama yang sesuai dengan potensi masing-masing.

Penguatan ekonomi internal, dalam kerangka tersebut, tidak cukup diwujudkan melalui semangat solidaritas semata. Dukungan antarang­gota perlu diarahkan pada kegiatan produktif, mulai dari pengenalan potensi usaha hingga pengembangan kemitraan yang saling menguntungkan.

Cak Bram juga menempatkan Lima Pilar PNN sebagai landasan pembentukan karakter organisasi yang berintegritas, menjunjung nasionalisme, menjaga persatuan, mendorong kemandirian, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan rakyat.

Bagi DPW-PNN Jatim, penguatan internal merupakan bagian dari upaya menyiapkan program yang relevan dengan kebutuhan anggota dan masyarakat. Solidaritas diharapkan tidak hanya terlihat dalam kegiatan organisasi, tetapi juga dalam kesediaan membangun peluang dan menghadapi tantangan ekonomi secara bersama-sama.

Cak Tikno: Arahan Harus Diterjemahkan Menjadi Program Nyata

Sekretaris DPW-PNN Jatim, Cak Tikno, menekankan perlunya menerjemahkan arahan Ketua Umum ke dalam program yang realistis, terukur, dan dapat dilaksanakan.

Langkah awal dapat dilakukan melalui pendataan potensi anggota, identifikasi bidang usaha yang memungkinkan dikembangkan, serta pemetaan peluang kemitraan. Hasil pemetaan tersebut dapat menjadi dasar penyusunan program sesuai kebutuhan dan kemampuan organisasi.

Menurut kerangka kerja tersebut, kemandirian ekonomi harus dibangun secara bertahap. Penguatan internal menjadi fondasi, sedangkan perluasan kegiatan kepada masyarakat merupakan langkah lanjutan yang perlu disiapkan dengan perencanaan dan pelaksanaan yang jelas.

Prinsip “Kerja Nyata untuk Rakyat” dengan demikian perlu tercermin dalam program yang memiliki tujuan, mekanisme pelaksanaan, dan hasil yang dapat ditinjau. Pendekatan ini juga membuka ruang bagi organisasi untuk mengevaluasi program secara berkala agar kegiatan yang dijalankan tetap relevan.

Lima Pilar PNN sebagai Landasan Perjuangan

Dalam menjalankan organisasi dan menyusun arah perjuangan, PNN berpegang pada Lima Pilar yang menjadi landasan nilai dan orientasi gerak organisasi.

Pertama, Berakhlak. Pilar ini menekankan integritas, tanggung jawab, etika, dan kejujuran. Nilai tersebut menjadi dasar bagi tata kelola organisasi yang transparan serta pelaksanaan kewenangan secara bertanggung jawab.

Kedua, Nasionalis. Pilar nasionalisme menempatkan persatuan dan kecintaan terhadap tanah air sebagai landasan perjuangan. Nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi rujukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketiga, Bersatu. Persatuan diwujudkan melalui solidaritas, gotong royong, penghormatan terhadap keberagaman, dan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Di lingkungan organisasi, nilai ini dapat diterapkan melalui koordinasi dan penguatan hubungan antarkader.

Keempat, Berdaulat. Pilar ini menekankan pentingnya kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan strategis, termasuk pangan dan energi. Pengembangan potensi dalam negeri serta dukungan terhadap petani, nelayan, dan pelaku ekonomi menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan nasional.

Kelima, Adil dan Makmur. Pilar ini menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan perjuangan. Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perluasan akses pelatihan dan permodalan, pengembangan pasar, serta peningkatan akses terhadap keadilan merupakan sejumlah bidang yang dapat menjadi perhatian program.

Kelima pilar tersebut saling berkaitan. Integritas menjadi fondasi, nasionalisme menguatkan orientasi kebangsaan, persatuan membangun kekuatan kolektif, kedaulatan mendorong kemandirian, sedangkan keadilan dan kemakmuran menjadi tujuan yang hendak diwujudkan.

Konsolidasi Organisasi Harus Berbuah Manfaat

Kunjungan kerja Ketua Umum DPN-PNN ke DPW-PNN Jawa Timur menempatkan konsolidasi sebagai momentum untuk memperkuat koordinasi sekaligus menyiapkan langkah lanjutan. Kekuatan organisasi tidak hanya berkaitan dengan struktur dan aktivitas, tetapi juga dengan kemampuan mengembangkan potensi anggota serta menjalankan program yang bermanfaat.

Penguatan ekonomi internal dapat dimulai melalui pendataan usaha anggota, pengembangan jejaring, promosi produk, dan penjajakan kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan. Setiap program perlu disusun secara realistis, transparan, dan berkelanjutan, dengan pembagian tanggung jawab serta evaluasi yang jelas.

Apabila dilaksanakan secara konsisten, langkah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi organisasi dalam mendorong ekonomi kerakyatan, mendukung UMKM, dan membuka peluang pemberdayaan masyarakat.

Pada akhirnya, semangat “Kerja Nyata untuk Rakyat” perlu diterjemahkan ke dalam tindakan yang dapat dinilai berdasarkan pelaksanaan dan manfaatnya. Konsolidasi bukan semata-mata memperkuat barisan, melainkan juga membangun kemampuan bekerja sama, mengembangkan kemandirian ekonomi, dan menjalankan program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Editor : Red

What do you feel about this post?

0%
like

Like

0%
love

Love

0%
happy

Happy

0%
haha

Haha

0%
sad

Sad

0%
angry

Angry