seputarindonesiatv.id || PAMEKASAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan melakukan pembinaan dan pengawasan (Binwas) melalui inspeksi lapangan di Klinik Pratama Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan berjalan sesuai standar, dengan perhatian khusus pada kalibrasi alat kesehatan dan optimalisasi Rekam Medis Elektronik (RME).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan 10 anggota tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan di bawah pimpinan Avira Sulistyowati, SKM., M.Si., selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan.
Kedatangan tim disambut langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kusnan, bersama jajaran pengelola Klinik Pratama di Aula Atas Lapas. Setelah sesi ramah tamah dan perkenalan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan langsung terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan di klinik tersebut.
Pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi dan perizinan, kondisi sarana dan prasarana, status kalibrasi alat kesehatan, tata kelola serta alur pengelolaan obat, hingga penerapan Rekam Medis Elektronik. Seluruh aspek tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk menilai kesesuaian penyelenggaraan pelayanan klinik dengan ketentuan dan standar yang berlaku.
Kalibrasi Alat Kesehatan dan RME Jadi Perhatian
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kusnan, menyambut baik pelaksanaan pembinaan dan pengawasan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana evaluasi sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi warga binaan.
“Kami menyambut baik pembinaan dan pengawasan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan. Setiap masukan dan catatan yang diberikan akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk melakukan perbaikan,” ujar Kusnan.
Ia menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti sejumlah hal yang menjadi perhatian, terutama percepatan kalibrasi alat kesehatan dan optimalisasi pencatatan Rekam Medis Elektronik.
“Kami akan segera menindaklanjuti hal-hal yang menjadi perhatian, khususnya terkait kalibrasi alat kesehatan dan optimalisasi pencatatan Rekam Medis Elektronik, sehingga pelayanan kesehatan di Klinik Pratama dapat terus ditingkatkan sesuai standar yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Avira Sulistyowati menyampaikan bahwa secara umum kondisi dan kualitas pelayanan Klinik Pratama Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan telah menunjukkan hasil yang sangat baik. Meski demikian, sejumlah aspek masih perlu disempurnakan agar pemenuhan standar pelayanan dapat berjalan lebih optimal.
“Secara keseluruhan, kualitas Klinik Pratama Lapas Narkotika Pamekasan sudah sangat bagus. Namun, masih terdapat beberapa catatan yang perlu diperbaiki, terutama percepatan kalibrasi alat kesehatan yang masa berlakunya hampir habis serta optimalisasi pencatatan Rekam Medis Elektronik agar sesuai dengan standar terbaru Kementerian Kesehatan,” ungkap Avira.
Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Warga Binaan
Hasil pembinaan dan pengawasan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pengelola Klinik Pratama untuk menindaklanjuti rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan.
Percepatan kalibrasi alat kesehatan dan peningkatan ketertiban pencatatan rekam medis menjadi dua hal yang diprioritaskan. Langkah tersebut penting untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang tertib, terukur, dan sesuai standar.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui evaluasi berkala, pemenuhan standar, serta penguatan sinergi dengan instansi terkait.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan hak kesehatan warga binaan sekaligus mendorong terselenggaranya pelayanan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan humanis.
Editor: Red
What do you feel about this post?
Like
Love
Happy
Haha
Sad

