seputarindonesiatv.id || SIDOARJO – Persoalan jalan rusak, banjir, hingga pengelolaan sampah menjadi perhatian Bupati Sidoarjo Subandi saat menerima audiensi para kepala desa se-Kecamatan Tulangan di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo, Selasa (20/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Subandi meminta agar berbagai persoalan di wilayah Tulangan segera ditangani melalui koordinasi lintas sektor. Ia menegaskan, normalisasi saluran, perbaikan infrastruktur jalan, serta pembenahan pengelolaan sampah harus menjadi perhatian bersama.
“Normalisasi masih berlangsung. Persoalan jalan, KDMP, dan sampah juga perlu menjadi perhatian. Saya berharap kerja sama antardesa dapat berjalan dengan baik,” ujar Subandi.
Menurutnya, penanganan persoalan di tingkat desa membutuhkan sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan pemerintah desa agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Normalisasi Saluran untuk Antisipasi Banjir
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Mahmud, menjelaskan bahwa sejumlah titik saluran menjadi perhatian dalam penanganan normalisasi di Kecamatan Tulangan.
Lokasi tersebut meliputi Afvoer Gedek di Desa Gelang, Afvoer Anak Sidokare di Desa Modong, serta Afvoer Kedunguling di Desa Singopadu dan Desa Grabagan.
Normalisasi dilakukan untuk memperlancar aliran air sekaligus mengantisipasi potensi banjir, terutama ketika curah hujan meningkat.
Mahmud berharap pemerintah kecamatan dan desa dapat berkoordinasi dengan dinas terkait agar penanganan saluran berjalan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
“Saya harap kita saling berkoordinasi agar penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Selain normalisasi, persoalan jalan rusak juga menjadi perhatian yang membutuhkan penanganan bersama. Kondisi infrastruktur jalan yang menjadi akses masyarakat perlu mendapatkan perhatian agar aktivitas warga tidak terganggu.
Camat Tulangan, Moch. Andi Sulistiono, menyampaikan bahwa secara umum tidak terdapat persoalan yang signifikan di wilayahnya. Meski demikian, ia mengakui bahwa jalan rusak dan banjir masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.
“Permasalahan di Tulangan, di antaranya jalan rusak dan banjir, yang perlu mendapat perhatian dan penanganan bersama,” ungkap Andi.
Pengelolaan Sampah dan Kebutuhan Desa
Persoalan sampah turut dibahas dalam audiensi tersebut. Pemerintah menilai pembenahan pengelolaan sampah diperlukan agar sampah dapat tertangani dengan baik dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kawasan permukiman.
Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) menjadi salah satu upaya yang perlu didorong untuk meningkatkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Dalam pertemuan itu, sejumlah persoalan lain di tingkat desa juga disampaikan. Di antaranya, Desa Gelang yang disebut belum memiliki Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta persoalan terkait Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Berbagai persoalan tersebut membutuhkan koordinasi dan pendampingan agar pemerintah desa dapat menjalankan program pembangunan secara lebih optimal.
BKK untuk Pemerataan Pembangunan Desa
Dalam kesempatan yang sama, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Ainur Rahman, menjelaskan bahwa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah kabupaten untuk membantu pembangunan desa.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan prioritas masing-masing desa.
“Saya harap BKK ini dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan prioritas masing-masing desa,” ucapnya.
Ainur menyebut dukungan tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Sidoarjo, yakni membangun desa dan membangun kota menuju Sidoarjo metropolitan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kabupaten Sidoarjo memiliki 346 desa, dengan 22 desa di antaranya berada di Kecamatan Tulangan.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga merencanakan kenaikan BKK pada 2027 menjadi Rp600 juta per desa/kelurahan untuk pemerataan pembangunan desa dan kota.
Penanganan Harus Berdampak bagi Masyarakat
Audiensi tersebut menjadi ruang koordinasi untuk menyampaikan kebutuhan desa sekaligus mendorong percepatan penyelesaian persoalan infrastruktur dan lingkungan.
Namun, masyarakat tentu berharap hasil pertemuan tidak berhenti pada penyampaian arahan dan koordinasi semata. Persoalan jalan rusak, potensi banjir, serta pengelolaan sampah membutuhkan tindak lanjut yang terukur, dengan kejelasan prioritas dan pelaksanaan di lapangan.
Sinergi pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata sehingga pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat Tulangan.
Sumber: Kominfo Kabupaten Sidoarjo
Editor : Sundary
What do you feel about this post?
Like
Love
Happy
Haha
Sad

