Pemulangan Jamaah Haji Debarkasi Surabaya Capai 25 Persen, Lebih dari 10 Ribu Jamaah Telah Tiba di Tanah Air

seputarindonesiatv.id || SURABAYA – Proses pemulangan jamaah haji melalui Debarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M terus berlangsung dengan tertib dan lancar. Hingga Selasa (9/6/2026), sebanyak 10.992 jamaah dan petugas haji telah kembali ke Tanah Air melalui Debarkasi Surabaya, atau sekitar 25 persen dari total jamaah dan petugas yang diberangkatkan pada musim haji tahun ini.

Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya per 8 Juni 2026 pukul 10.30 WIB, total jamaah dan petugas yang diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya mencapai 44.000 orang, terdiri dari 43.237 jamaah dan 763 petugas haji.

Hingga kedatangan Kloter 29, jumlah jamaah yang telah tiba tercatat sebanyak 10.789 orang. Selain itu, sebanyak 203 petugas haji juga telah kembali ke Indonesia, yang terdiri dari 48 Petugas Haji Daerah (PHD), 39 Pembimbing Ibadah Haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), 29 Ketua Kloter, 29 Petugas Haji Indonesia Kloter (PIHK), dan 58 Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK).

Dari jumlah tersebut, jamaah yang telah kembali terdiri atas 5.036 laki-laki dan 5.753 perempuan. Sementara petugas yang telah tiba terdiri dari 69 laki-laki dan 47 perempuan.

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan bahwa proses pemulangan jamaah hingga hari kesembilan berjalan dengan baik berkat sinergi seluruh petugas dan instansi terkait.

“Alhamdulillah, pemulangan jamaah haji Debarkasi Surabaya hingga Kloter 29 berjalan lancar dan tertib. Seluruh layanan kedatangan terus kami optimalkan agar jamaah dapat kembali ke daerah masing-masing dengan aman, nyaman, dan tetap terjaga kondisi kesehatannya,” ujarnya.

Dari sisi ketepatan waktu penerbangan atau On Time Performance (OTP), tercatat 18 kloter tiba sesuai jadwal, enam kloter datang lebih cepat dari jadwal yang ditentukan, dan lima kloter mengalami keterlambatan.

PPIH juga mencatat adanya 76 mutasi keluar yang terdiri dari 11 jamaah wafat di Arab Saudi, 12 jamaah yang masih sakit di Arab Saudi, satu jamaah pulang secara mandiri, 17 perpindahan kloter, serta 35 kursi kosong. Sementara itu, terdapat 30 mutasi masuk yang seluruhnya berasal dari jamaah pindahan kloter.

Dalam proses pemulangan ini, dua jamaah dilaporkan wafat. Mereka adalah Hery Widianto (69), jamaah asal Kota Malang yang wafat di dalam pesawat pada Kloter 12, dan Wayan Rohani Suwasti (63), juga asal Kota Malang, yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Haji Surabaya pada kloter yang sama.

“Atas nama PPIH Debarkasi Surabaya, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya jamaah haji. Semoga almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Mohammad As’adul Anam.

Selain itu, hingga saat ini masih terdapat 10 jamaah yang belum dapat kembali bersama kloternya karena masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi. Mereka berasal dari Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Magetan, Kota Madiun, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Tuban.

PPIH terus melakukan koordinasi dengan petugas kesehatan di Arab Saudi guna memantau perkembangan kondisi para jamaah tersebut.
“Kami berharap seluruh jamaah yang sedang menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat,” tambahnya.

Sementara itu, sebanyak 33.008 jamaah dan petugas haji lainnya masih menunggu jadwal kepulangan ke Debarkasi Surabaya pada gelombang pemulangan berikutnya. PPIH memastikan seluruh proses pemulangan akan terus dilakukan dengan mengedepankan pelayanan terbaik, keamanan, serta kesehatan jamaah hingga tiba kembali di daerah masing-masing.

Editor : Red