Pemkab Sidoarjo Wajibkan ASN Kenakan Batik Khas Daerah dan Udeng Pacul Gowang
seputarindonesiatv.id|| SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo resmi menerbitkan aturan baru mengenai penggunaan pakaian dinas harian batik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Kebijakan ini bertujuan memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap batik khas Sidoarjo.
Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sidoarjo Nomor 000.8/7922/438.1.3.1/2026 tentang Penggunaan Pakaian Dinas Harian Batik yang ditetapkan pada 29 Juni 2026.
Melalui aturan tersebut, seluruh ASN diwajibkan mengenakan batik khas Sidoarjo setiap hari Kamis. Sementara pada hari Jumat dan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober, pegawai diwajibkan mengenakan pakaian berbahan batik, tenun, atau lurik. Khusus perangkat daerah dan UPTD yang menerapkan enam hari kerja, batik khas Sidoarjo juga dikenakan pada hari Sabtu.
Selain itu, pegawai pria yang mengenakan pakaian dinas batik diwajibkan memakai Udeng Pacul Gowang bermotif batik khas Sidoarjo pada kegiatan resmi, seperti apel pagi, penerimaan tamu, dan kegiatan kedinasan yang bersifat seremonial.
Pemkab juga mengatur penggunaan pakaian khas daerah berbahan batik khas Sidoarjo pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo setiap 31 Januari serta hari besar kebudayaan. Untuk pria, pakaian dilengkapi sambong dan udeng, sedangkan pegawai wanita mengenakan kain bawahan bermotif batik khas Sidoarjo.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menyatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap para perajin batik lokal sekaligus upaya memperkuat identitas budaya daerah.
Pemkab Sidoarjo juga berkomitmen memberikan pendampingan kepada para pengrajin batik melalui perluasan akses pasar, peningkatan kualitas produk, hingga bantuan akses permodalan bagi pelaku UMKM.
“Kami ingin masyarakat semakin bangga menggunakan produk lokal. Dengan membeli dan memakai batik khas Sidoarjo, kita turut membantu menggerakkan ekonomi daerah sekaligus menjaga warisan budaya,” tegas Bupati Subandi.
Editor : Sundary
