Wakapolri Bekali 282 Capaja Akpol Angkatan ke-58 Pemahaman Geopolitik Global dan Peran Strategis Polri

seputarindonesiatv.id || Semarang – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58 di Lapangan Bhayangkara Akpol, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/7). Sebanyak 282 Calon Perwira Remaja (Capaja) Akpol dibekali pemahaman mengenai dinamika geopolitik global, dampaknya terhadap Indonesia, serta peran strategis Polri dalam menjaga stabilitas nasional.

Dalam amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. yang dibacakan Wakapolri, ditegaskan bahwa para perwira muda harus memiliki wawasan strategis terhadap perkembangan lingkungan global yang semakin kompleks agar mampu menjalankan tugas kepolisian secara adaptif dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

“Dinamika geopolitik saat ini berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Konflik AS-Israel dengan Iran, perang Rusia-Ukraina, persaingan hegemoni antara Amerika Serikat dan China, serta ketegangan di kawasan Timur Tengah telah berdampak terhadap stabilitas keamanan global, rantai pasok, ketahanan pangan dan energi, hingga perekonomian dunia,” ujar Wakapolri saat membacakan amanat Kapolri.

Kapolri juga menjelaskan bahwa kondisi ketahanan pangan global masih berada pada kategori rapuh. Berdasarkan World Bank Food Security edisi Juni 2026, kenaikan harga pupuk global mencapai 35 persen yang turut memberikan dampak terhadap perekonomian Indonesia.

Menurutnya, dinamika geopolitik global turut memengaruhi kondisi ekonomi nasional, yang tercermin dari pelemahan nilai tukar rupiah dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski demikian, pemerintah dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter yang terukur.

Pemerintah juga terus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui berbagai program strategis, di antaranya swasembada pangan dan energi, hilirisasi sektor prioritas, penguatan investasi, optimalisasi tata kelola ekspor komoditas unggulan melalui Danantara Sumberdaya Indonesia, serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Berkat langkah tersebut, ekonomi Indonesia pada Triwulan I Tahun 2026 mencatat pertumbuhan sebesar 5,61 persen, menjadi yang tertinggi kedua di antara negara-negara G20. Defisit APBN tetap terkendali di angka 0,76 persen terhadap PDB, inflasi berada pada level 3,34 persen, dan Indonesia dinilai sebagai negara paling tangguh kedua menghadapi guncangan energi global berdasarkan analisis JP Morgan.

Dalam amanatnya, Kapolri juga menegaskan bahwa Polri memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan lahan untuk penanaman jagung, pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri, penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), layanan kesehatan gratis, hingga pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.

Selain itu, Polri terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui penegakan hukum di sektor minyak dan gas, pertambangan, serta ketenagalistrikan, disertai pengamanan objek vital nasional dan distribusi energi. Polri juga memberikan perlindungan terhadap hak-hak pekerja melalui Desk Ketenagakerjaan Polri serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendirian SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

“Seluruh upaya tersebut merupakan wujud dukungan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, memperluas akses infrastruktur, serta mempersiapkan generasi muda yang unggul,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan Wakapolri.

Melalui pembekalan tersebut, diharapkan 282 perwira muda lulusan Akpol Angkatan ke-58 tidak hanya memiliki kompetensi teknis sebagai insan Bhayangkara, tetapi juga memahami tantangan strategis bangsa sehingga mampu menjadi pemimpin Polri yang profesional, adaptif, berintegritas, dan siap mengawal kepentingan nasional di tengah dinamika global.

Editor: Redaksi