Jaga Ketersediaan Air Irigasi, Pemkab Bojonegoro Normalisasi Kali Gandong
seputarindonesiatv.id || Bojonegoro – Sebagai upaya menjaga ketersediaan air irigasi sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) melakukan normalisasi Kali Gandong di Kecamatan Purwosari.
Normalisasi dilakukan dengan mengerahkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi yang selama ini menghambat aliran air. Langkah tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan kembali fungsi Kali Gandong sebagai sumber utama pengairan bagi lahan pertanian di wilayah Purwosari.
Camat Purwosari, Ike Widyaningrum menjelaskan bahwa normalisasi sungai merupakan bagian penting dalam meningkatkan fungsi sungai sebagai penunjang kebutuhan irigasi pertanian. Hal ini sekaligus mengoptimalkan fungsi sungai sebagai pensuplai kebutuhan air bagi lahan pertanian.
Ia menambahkan, Kali Gandong merupakan satu-satunya sumber pengairan bagi lahan pertanian di Kecamatan Purwosari. Sungai yang berhulu di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro, meliputi Kecamatan Sekar, Gondang, dan Temayang, menjadi andalan petani untuk memenuhi kebutuhan air irigasi. Kali Gandong mengairi lahan pertanian seluas sekitar 80 hektare yang tersebar di tujuh desa, yakni Desa Purwosari, Pojok, Sedahkidul, Punggur, Tlatah, Ngrejeng, dan Pelem.
Namun, memasuki puncak musim kemarau, debit air Kali Gandong mengalami penurunan drastis hingga hampir mengering. Kondisi tersebut dinilai menjadi waktu yang tepat untuk melaksanakan normalisasi karena pekerjaan dapat dilakukan secara maksimal.
“Pemerintah berharap normalisasi ini mampu meningkatkan kemampuan pengairan sungai sehingga kebutuhan air pertanian tetap terjaga. Dengan demikian, produktivitas pertanian masyarakat dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan meskipun menghadapi musim kemarau,” kata Ike, Selasa (14/7/2026).
Kepala Desa Ngrejeng, Arif Yanuar Andika menyambut baik normalisasi Kali Gandong karena sangat membantu masyarakat, khususnya para petani di musim kemarau.
“Setelah dilakukan pembersihan, air dari sumber sungai mulai keluar dan mengalir dengan lancar sehingga dapat dimanfaatkan oleh para petani di sekitar bantaran sungai untuk kebutuhan irigasi,” ujar Arif.
Ia berharap upaya normalisasi ini dapat terus dilakukan secara berkala agar fungsi Kali Gandong sebagai sumber utama pengairan pertanian di wilayah Ngrejeng dan sekitarnya tetap terjaga, sehingga produktivitas pertanian masyarakat dapat terus meningkat meskipun di tengah musim kemarau.
Editor : Red
