Demo di PT Garam Sampang, Massa AMPAS Tutup Separuh Jalan Nasional dan Tuntut Direksi Berdialog

seputarindonesiatv.id || SAMPANG – Ratusan massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat dan Pemuda Sampang (AMPAS) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT Garam, Jalan Raya Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Senin (27/7/2026). Aksi tersebut dipicu dugaan monopoli serta tata kelola garam yang dinilai merugikan masyarakat.

Pantauan di lokasi menunjukkan massa sempat menutup separuh badan Jalan Nasional Sampang–Pamekasan, sehingga arus lalu lintas dari dua arah diberlakukan sistem buka-tutup dan bergantian menggunakan satu jalur. Akibatnya, antrean kendaraan sempat terjadi meski masih dapat dikendalikan oleh petugas.

Aksi demonstrasi mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Sampang. Sejumlah aparat disiagakan untuk mengamankan jalannya unjuk rasa sekaligus mengatur arus lalu lintas agar kemacetan tidak meluas.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi AMPAS, Moh Agus Efendi, mendesak jajaran direksi PT Garam agar keluar menemui massa untuk berdialog secara langsung.

«”Kami meminta direksi PT Garam segera keluar menemui massa. Jangan biarkan aksi ini terus mengganggu aktivitas masyarakat karena tidak ada yang mau berdialog,” tegas Agus.»

Situasi sempat memanas ketika peserta aksi berulang kali meneriakkan seruan agar pihak manajemen segera keluar menemui demonstran. Meski demikian, Koordinator Lapangan AMPAS mengingatkan seluruh peserta aksi agar tetap menahan diri dan tidak terpancing emosi.

«”Polisi itu kawan kita. Jangan adu domba kami dengan kepolisian. Yang kami minta hanya direksi PT Garam segera dihadirkan agar tidak terjadi bentrokan,” tambah Agus.»

Pernyataan tersebut disambut sorakan massa yang tetap bertahan di depan gerbang perusahaan sambil menunggu respons dari pihak manajemen PT Garam.

Pengamanan aksi dipimpin langsung oleh Kapolres Sampang AKBP Hartono bersama jajaran pejabat utama Polres Sampang. Kehadiran Kapolres bertujuan memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Petugas kepolisian membentuk barikade di depan pintu masuk perusahaan untuk mengantisipasi kemungkinan massa memasuki area PT Garam. Sementara itu, personel Satuan Lalu Lintas terus melakukan pengaturan kendaraan di ruas Jalan Nasional Sampang–Pamekasan.

Hingga aksi berlangsung, massa masih mendesak agar direksi PT Garam bersedia membuka ruang dialog secara terbuka. Namun karena belum mendapat tanggapan dari pihak perusahaan, massa tetap bertahan di lokasi dan sempat menutup sebagian badan jalan.

Polisi terus mengimbau seluruh peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara damai dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan, ketertiban umum, maupun aktivitas masyarakat. Aparat juga mengedepankan dialog sebagai solusi penyelesaian agar situasi kembali kondusif dan arus lalu lintas di jalur nasional dapat kembali normal.

Editor: Red