seputarindonesiatv.id || SURABAYA – Majelis Al-Mubarok Surabaya menggelar kegiatan religius bertajuk Istighosah Sholawatan yang terbuka untuk umum pada Jumat, 1 Mei 2026, sekitar pukul 19.00 WIB (ba’da Isya) di Lapangan Tenis Simorejo Timur, Surabaya.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW di tengah masyarakat.
Acara tersebut menghadirkan Gus Barok dan Gus Alfa yang memimpin jalannya istighosah serta lantunan sholawat bersama para jamaah. Suasana berlangsung khidmat dengan iringan hadrah dari Majelis Al-Mubarok Surabaya.
Dalam tausiyahnya, Gus Alfa menekankan pentingnya sedekah dan silaturahmi sebagai fondasi kehidupan seorang muslim. Ia menyampaikan bahwa sedekah tidak terbatas pada harta, melainkan mencakup segala bentuk kebaikan.
“Setiap kebaikan adalah sedekah, termasuk berkata baik, membantu sesama, hingga menyingkirkan gangguan di jalan,” ujarnya.
Ia mengutip makna dari Surat Ali Imran ayat 134 yang menjelaskan bahwa ciri orang bertakwa adalah mereka yang gemar bersedekah dalam kondisi lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, serta memaafkan orang lain. Allah SWT mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, bahwa siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.
Pandangan tersebut diperkuat oleh para ulama. Ali bin Abi Thalib menegaskan bahwa silaturahmi membawa keberkahan dalam hidup, baik dari segi umur, rezeki, maupun hubungan antar keluarga.
Senada dengan itu, Ibnu Katsir menyebut silaturahmi sebagai bagian dari akhlak utama dan bentuk ibadah kepada Allah yang mendatangkan kebaikan di dunia dan akhirat.
Sementara itu, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa silaturahmi merupakan jalan untuk meraih ridha Allah serta mempererat kasih sayang antar sesama manusia. Sebaliknya, memutus silaturahmi dapat membuat hati menjadi keras dan melemahkan hubungan sosial.
Lebih lanjut, Gus Alfa menjelaskan bahwa sedekah memiliki berbagai keutamaan, di antaranya sebagai penghapus dosa, pelipatganda pahala, penolak bala, serta menjadi naungan di hari kiamat. Ia juga menekankan pentingnya adab dalam bersedekah, yaitu dilakukan dengan ikhlas tanpa mengungkit pemberian serta tidak menyakiti hati penerima.
“Sedekah terbaik adalah yang dikeluarkan saat seseorang dalam kondisi sehat, masih merasa berat, dan takut miskin. Di situlah keimanan diuji,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar sedekah dimulai dari keluarga terdekat yang membutuhkan sebelum diberikan kepada orang lain.
Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas keagamaan, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran sosial serta semangat berbagi dan menjaga silaturahmi di tengah masyarakat.
Editor : Red







