Proyek U-Ditch Rp398 Juta Disorot, Dugaan Pelanggaran Spesifikasi Teknis dan Lemahnya Pengawasan Mengemuka

SeputarIndonesiatv.id | Surabaya – Pelaksanaan proyek pembangunan Saluran U-Ditch 60/80 dengan Cover Gandar 10 Ton yang dikerjakan oleh CV. TAOKA kembali menjadi sorotan publik. Proyek yang dibiayai dari anggaran negara sebesar Rp398.657.733 itu diduga tidak sepenuhnya dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan pekerjaan konstruksi yang berlaku.

Temuan tersebut terungkap saat Tim Investigasi SeputarIndonesiatv.id melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan pada Rabu (10/6/2026). Dari hasil pemantauan lapangan, ditemukan sejumlah indikasi yang memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas pekerjaan, kepatuhan terhadap dokumen kontrak, hingga efektivitas fungsi pengawasan proyek.

Berdasarkan data yang diperoleh, pekerjaan tersebut dilaksanakan berdasarkan Kontrak Nomor 65412746. Namun dalam pelaksanaannya, tim menemukan beberapa kondisi yang diduga tidak sejalan dengan standar teknis yang semestinya menjadi acuan utama pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah papan informasi proyek yang terpasang di lokasi tidak mencantumkan nilai anggaran secara lengkap. Padahal keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari prinsip transparansi dalam pengelolaan proyek yang menggunakan dana publik. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi akses masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara.

Tidak hanya itu, tim investigasi juga tidak menemukan keberadaan kantor lapangan maupun gudang penyimpanan material yang lazim tersedia dalam pekerjaan konstruksi. Ketiadaan fasilitas tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengendalian mutu, pengawasan material, serta sistem manajemen proyek selama pekerjaan berlangsung.

Temuan lain yang dinilai krusial adalah tidak terlihat adanya penerapan metode dewatering atau sistem pengendalian air di area pekerjaan. Dalam pekerjaan saluran drainase, metode tersebut memiliki fungsi penting untuk menjaga stabilitas dasar galian, memastikan kualitas pemasangan konstruksi, serta mencegah penurunan mutu pekerjaan akibat genangan air.

Ketika dikonfirmasi terkait berbagai temuan tersebut, pelaksana proyek yang diketahui bernama Septa memberikan penjelasan kepada awak media. Namun sejumlah keterangan yang disampaikan dinilai belum memberikan jawaban secara menyeluruh terhadap berbagai persoalan teknis yang ditemukan di lapangan.

Sejumlah warga sekitar berharap proyek yang bersumber dari APBD tersebut dapat dikerjakan secara profesional, transparan, dan sesuai standar teknis agar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, tahan lama, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Munculnya berbagai temuan tersebut mendorong desakan kepada Dinas Pekerjaan Umum selaku pengguna anggaran dan pembina teknis untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek. Pengawasan tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi juga harus menyentuh aspek kualitas fisik pekerjaan di lapangan.

Selain itu, Inspektorat Daerah didorong untuk turun melakukan evaluasi dan audit teknis guna memastikan seluruh tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dokumen kontrak, spesifikasi teknis, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Apabila dugaan ketidaksesuaian tersebut terbukti, maka perlu dilakukan langkah korektif dan tindakan tegas sejak dini guna mencegah potensi kerugian keuangan daerah serta menghindari munculnya infrastruktur yang kualitasnya berada di bawah standar yang dipersyaratkan.

Masyarakat berharap setiap proyek yang dibiayai oleh uang rakyat benar-benar dilaksanakan secara akuntabel, transparan, dan berorientasi pada kualitas. Sebab setiap rupiah yang dibelanjakan dari APBD seharusnya kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

(Tim Investigasi)