Akademisi UNESA Teliti Regenerasi Kepemimpinan Pesantren, Raih Gelar Doktor dari Unair

seputarindonesiatv.id || SURABAYA – Regenerasi kepemimpinan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pondok pesantren di tengah dinamika zaman. Isu tersebut menjadi fokus penelitian yang mengantarkan akademisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, M.SM., meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair).

Dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026), Heri berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Model Proses Suksesi Kepemimpinan untuk Mendukung Keberlanjutan Pondok Pesantren: Studi Multiple-Case Study” dan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Penelitian tersebut mengkaji bagaimana proses pergantian kepemimpinan di lingkungan pesantren dapat dilakukan secara terstruktur tanpa menghilangkan nilai-nilai yang menjadi fondasi lembaga. Menurut Heri, keberhasilan suksesi tidak hanya ditentukan oleh figur penerus, tetapi juga kesiapan sistem, legitimasi sosial, serta proses kaderisasi yang berjalan berkelanjutan.

“Pesantren merupakan institusi berbasis nilai yang memiliki peran strategis dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, proses pergantian kepemimpinan harus dipersiapkan dengan matang agar arah pengembangan lembaga tetap terjaga,” ungkapnya dalam sidang terbuka.

Riset yang dilakukan Heri menggunakan pendekatan multiple-case study pada dua pesantren besar di Jawa Timur yang memiliki rekam jejak panjang dan pengaruh kuat di masyarakat. Kedua lembaga tersebut dipilih karena dinilai mampu mempertahankan eksistensi serta relevansinya dari generasi ke generasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan pesantren tidak hanya bergantung pada kemampuan manajerial pemimpinnya, tetapi juga pada proses pewarisan nilai, budaya organisasi, serta kepercayaan masyarakat terhadap figur penerus. Oleh sebab itu, suksesi kepemimpinan perlu dipandang sebagai proses yang melibatkan aspek manajemen, sosial, budaya, dan moral secara bersamaan.

Sidang promosi doktor dipimpin oleh Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Manajemen FEB Unair, Prof. Dr. Tanti Handriana, S.E., M.Si. Disertasi tersebut disusun di bawah bimbingan Promotor Prof. Dr. Hj. Indrianawati Usman, S.E., M.Sc., dan Ko-Promotor Dr. Praptini Yulianti, Dra. Ec., M.Si.

Tim penguji menilai penelitian tersebut memberikan kontribusi baru dalam pengembangan ilmu manajemen, khususnya pada kajian kepemimpinan dan keberlanjutan organisasi berbasis nilai. Kajian ini juga memperluas penerapan teori manajemen pada lembaga sosial-keagamaan yang memiliki karakteristik unik seperti pesantren.

Ujian terbuka itu turut dihadiri para akademisi, guru besar, peneliti, tokoh masyarakat, ulama, pengasuh pesantren, hingga pegiat literasi pesantren. Kehadiran berbagai kalangan tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap isu regenerasi kepemimpinan lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

Dengan capaian tersebut, Heri diharapkan semakin memperkuat kontribusinya sebagai akademisi UNESA dalam bidang manajemen, kepemimpinan organisasi, kewirausahaan, serta pengembangan lembaga berbasis nilai. Temuan penelitiannya juga diharapkan menjadi rujukan bagi pesantren dan lembaga pendidikan Islam dalam merancang proses suksesi yang lebih sistematis demi menjaga keberlanjutan organisasi di masa depan.

Editor : Fur