Wabup Mimik Dorong Penguatan Layanan untuk Percepat UMKM Naik Kelas
seputarindonesiatv.id || SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas melalui peningkatan kualitas layanan, pendampingan, dan perluasan akses pemasaran.
Hingga Juli 2026, sebanyak 2.121 UMKM di Kabupaten Sidoarjo berhasil naik kelas dari target 4.000 UMKM pada tahun ini. Sejak 2021 hingga 2025, tercatat sebanyak 21.275 UMKM telah berhasil meningkatkan kapasitas usahanya.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, saat meninjau pelayanan di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo, Selasa (7/7/2026).
Dalam kunjungannya, Mimik memastikan pelayanan bagi pelaku usaha mikro berjalan optimal. Mulai dari kemudahan pengurusan perizinan, pendampingan usaha, hingga promosi produk melalui Galeri UMKM terus diperkuat sebagai upaya mendorong semakin banyak UMKM naik kelas.
“Kami ingin memastikan para pelaku UMKM di Sidoarjo mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan tepat. Mulai dari pengurusan perizinan, pendampingan usaha hingga pemasaran produk harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Mimik.
Ia berharap semakin banyak UMKM yang berkembang sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.
Pada kesempatan tersebut, Mimik juga meninjau Galeri UMKM yang menjadi etalase berbagai produk unggulan hasil karya pelaku usaha mikro dari 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Beragam produk dipamerkan, mulai dari batik, pakaian bordir, sepatu, tas, hingga aneka makanan dan camilan khas Sidoarjo.
Menurutnya, keberadaan Galeri UMKM menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat maupun tamu yang berkunjung ke Kabupaten Sidoarjo sekaligus memperluas peluang pemasaran bagi pelaku UMKM.
“Kalau ada tamu yang datang ke Sidoarjo langsung saja ajak ke sini. Tamu dari luar juga bisa diajak membeli produk UMKM Sidoarjo,” katanya.
Produk yang dipasarkan di Galeri UMKM merupakan hasil produksi pelaku usaha asli Sidoarjo, bukan produk reseller. Seluruh produk juga telah memenuhi standar tertentu, seperti memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta sertifikat halal. Untuk produk makanan beku (frozen food), pelaku usaha juga didorong memiliki izin BPOM sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain Galeri UMKM, Wabup Mimik turut meninjau pelayanan Klinik UMKM yang menjadi pusat konsultasi bagi pelaku usaha mikro. Klinik tersebut memberikan pendampingan dalam pengurusan legalitas usaha, mulai dari NIB, PIRT, sertifikasi halal, hingga berbagai kebutuhan administrasi lainnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Amat Adi Subhan, mengatakan pihaknya terus mendorong pelaku usaha agar naik kelas melalui peningkatan legalitas usaha, perluasan pemasaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kemudahan akses pembiayaan.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga menyediakan berbagai pelatihan gratis bagi masyarakat yang ingin memulai maupun mengembangkan usaha. Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber internal serta berkolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk platform e-commerce dan sektor swasta, agar pelaku usaha mampu mengikuti perkembangan pasar digital.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Sidoarjo optimistis target 4.000 UMKM naik kelas pada 2026 dapat tercapai sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar regional maupun nasional.
Editor : Sundary
