seputarindonesiatv.id || SIDOARJO – Wakil Bupati Sidoarjo, H. Mimik Idayana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rusunawa Pucang, Sidoarjo, Senin (10/8/2026). Dalam sidak tersebut, Mimik menyoroti sejumlah persoalan mulai dari kebersihan, fasilitas, keamanan, kondisi bangunan hingga keluhan penghuni terkait asap dan bau yang diduga berasal dari aktivitas pabrik di sekitar rusunawa.
Didampingi pejabat Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DP2CKTR) serta Forkopimka Sidoarjo, Mimik melihat langsung kondisi tiga gedung Rusunawa Pucang. Masing-masing gedung terdiri dari lima lantai.
Selain mengecek kondisi bangunan dan fasilitas umum, Mimik juga berdialog dengan penghuni untuk menyerap berbagai keluhan yang mereka rasakan selama tinggal di rusunawa.
Menurut Mimik, pemerintah daerah memiliki kewajiban memastikan penghuni mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang layak. Terlebih, penghuni setiap bulan telah membayar biaya sewa sesuai ketentuan.
“Karena mereka sudah membayar setiap bulan, haknya harus terpenuhi, seperti fasilitas umum dan kebersihan di lingkungan masing-masing,” ujar Mimik.
Kebersihan dan Fasilitas Jadi Sorotan
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah minimnya tenaga kebersihan. Tiga gedung rusunawa yang masing-masing terdiri dari lima lantai hanya ditangani oleh dua orang petugas kebersihan.
“Kondisi kebersihan sangat tidak layak. Tiga gedung mulai lantai satu sampai lantai lima hanya diurus dua orang tenaga kebersihan. Halamannya kotor dan penuh sampah,” tegasnya.
Mimik meminta persoalan tersebut segera mendapatkan penanganan. Tidak hanya kebersihan, fasilitas penerangan, keamanan serta kondisi bangunan yang mengalami kebocoran juga perlu segera diperbaiki.
Pemkab Sidoarjo juga akan berkoordinasi dengan OPD terkait untuk merumuskan langkah pembenahan. Pemasangan CCTV menjadi salah satu usulan untuk meningkatkan keamanan penghuni.
“Yang segera kita usulkan adalah perbaikan fasilitas, terutama penerangan, kebersihan dan CCTV untuk keamanan. Ada juga gedung yang bocor, sehingga harus segera dilakukan pembenahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.
Rusunawa Pucang memiliki tiga gedung dengan total 297 ruangan. Saat ini tercatat sebanyak 226 keluarga menjadi penghuni. Tarif sewa berbeda berdasarkan lantai, dengan unit lantai bawah mencapai Rp545 ribu per bulan, termasuk listrik dan air.
Pendapatan Rusunawa Capai Rp7,3 Miliar
Dalam sidak tersebut, Mimik juga menyoroti pengelolaan pendapatan dari sewa rusunawa. Berdasarkan data yang disampaikannya, hingga Juni 2026 pendapatan dari lima rusunawa di Kabupaten Sidoarjo telah mencapai sekitar Rp7,3 miliar.
Mimik menilai pendapatan tersebut semestinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung biaya pemeliharaan, perawatan maupun renovasi rusunawa.
“Pendapatan dari rusunawa ini harus dikembalikan untuk biaya renovasi atau perawatan agar pelayanan kepada penghuni bisa optimal,” ujarnya.
Ia meminta perangkat daerah terkait melakukan evaluasi menyeluruh agar kualitas pelayanan kepada penghuni dapat ditingkatkan.
Penghuni Keluhkan Asap dan Bau
Selain persoalan fasilitas, Mimik juga menerima keluhan warga terkait dugaan asap dan bau yang disebut berasal dari aktivitas pabrik di sekitar Rusunawa Pucang.
Untuk menindaklanjuti keluhan tersebut, Mimik kemudian melakukan audiensi dengan pihak PT Sekar Laut Tbk bersama sejumlah perwakilan penghuni rusunawa. Lokasi perusahaan diketahui bersebelahan dengan kawasan Rusunawa Pucang.
Dalam audiensi tersebut, pihak perusahaan menyampaikan bahwa berdasarkan pengecekan sebelumnya, asap yang dikeluhkan warga bukan berasal dari aktivitas pabrik.
Meski demikian, perusahaan berkomitmen melakukan pengecekan ulang guna memastikan sumber asap sekaligus menindaklanjuti keluhan masyarakat.
“Alhamdulillah, berdasarkan pengecekan ternyata asap tersebut bukan dari pabrik. Tetapi, akan kita cek ulang, sebenarnya asap itu berasal dari mana. Masyarakat juga sudah menyampaikan secara langsung dan dari pihak pabrik berkomitmen untuk menindaklanjuti aduan masyarakat,” kata Mimik.
Pengecekan lanjutan juga akan dilakukan terhadap keluhan mengenai bau dan polusi yang dirasakan masyarakat di sekitar kawasan pabrik.
Mimik menegaskan, persoalan tersebut tetap perlu ditindaklanjuti agar sumber keluhan dapat diketahui secara jelas dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Ia berharap koordinasi antara Pemkab Sidoarjo, pengelola Rusunawa Pucang dan pihak perusahaan dapat menghasilkan solusi konkret.
“Dengan demikian, masyarakat yang tinggal di rusunawa maupun warga di kawasan sekitarnya dapat memperoleh lingkungan hunian yang bersih, aman, sehat dan nyaman,” pungkasnya.
Editor : Sundary

