seputarindonesiatv.id | SIDOARJO – Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa Sidoarjo, Minggu (16/8/2026) dini hari. Tepat pukul 24.00 WIB, suasana sakral mewarnai Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
AKRS menjadi agenda rutin menjelang peringatan Hari Kemerdekaan untuk mengenang sekaligus memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Di TMP Kusuma Bangsa, sebanyak 1.195 pahlawan disemayamkan. Mereka terdiri dari 793 anggota TNI, 127 anggota Polri, lima pegawai sipil, serta 270 pahlawan tak dikenal.
Jumlah tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lahir begitu saja, melainkan melalui perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan yang mempertaruhkan jiwa dan raga.
AKRS dipimpin Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan. Upacara tersebut diikuti Bupati Sidoarjo H. Subandi, Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, Danlanud 0816 Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran TNI dan Polri.
Dalam prosesi tersebut, penghormatan diberikan kepada para pahlawan atas pengabdian, keikhlasan, dan pengorbanan mereka untuk nusa dan bangsa.
“Kami bersumpah dan berjanji bahwa perjuangan para pahlawan adalah perjuangan kami juga, dan jalan kebaktian yang para pahlawan tempuh adalah jalan bagi kami juga,” ujar Henoch dalam prosesi renungan suci.
Subandi: Perjuangan Pahlawan Harus Jadi Inspirasi
Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan, AKRS merupakan bentuk penghormatan mendalam kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi Indonesia.
Menurutnya, pengorbanan para pahlawan harus terus dikenang sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
“Di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa ini, ribuan pahlawan yang telah mengorbankan segalanya untuk negara disemayamkan. Kita sebagai generasi penerus harus melanjutkan perjuangan mereka,” kata Subandi.
Ia menambahkan, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemerdekaan tersebut dan mengisinya dengan hal-hal yang positif.
“Apel kehormatan ini menjadi momen merefleksikan dan menghormati pengorbanan tak ternilai dari para pahlawan yang gugur demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa ini,” ujarnya.
Subandi menekankan, melanjutkan perjuangan pahlawan di era sekarang tidak harus dilakukan dengan mengangkat senjata. Generasi penerus dapat mengisi kemerdekaan melalui berbagai kontribusi nyata, seperti bekerja, menjaga persatuan, membangun daerah, serta memberikan karya terbaik bagi bangsa dan negara.
“Perjuangan pada masa kini adalah bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan bekerja, menjaga persatuan, membangun daerah, serta memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.
AKRS di TMP Kusuma Bangsa Sidoarjo menjadi pengingat bahwa di balik kemerdekaan yang dinikmati masyarakat hari ini terdapat pengorbanan besar para pahlawan. Semangat tersebut diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai perjuangan, persatuan, dan kecintaan terhadap bangsa tidak luntur oleh perkembangan zaman.
Editor : Sundary

