seputarindonesiatv.id || SIDOARJO — Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Sidoarjo membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan (ormas).

Hal itu disampaikan Subandi saat menghadiri Pengajian Ahad Pahing Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membangun Benteng Akhlak Anak di Tengah Tantangan Pergulaan Era Digital”.

Subandi mengatakan, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan menjadi bagian penting dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, Pemkab Sidoarjo terus memberikan ruang dan dukungan terhadap kegiatan organisasi masyarakat sebagai upaya membangun kebersamaan sekaligus membuka ruang partisipasi publik.

“Kita selalu memberikan dukungan terhadap kegiatan Aisyiyah. Setiap program dan kegiatan kita selalu bersinergi, tidak membedakan. Tugas Bupati adalah mengayomi semua organisasi,” ujar Subandi.

Ia juga menyoroti pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan bidang pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Subandi menyebut Pemkab Sidoarjo bersyukur dapat terus membangun kolaborasi dengan Muhammadiyah. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan generasi penerus.

“Alhamdulillah, kita selalu rukun dan berkolaborasi dengan Muhammadiyah. Kita juga mengawal pendidikan di Muhammadiyah. Tugas Muhammadiyah juga mengantarkan pendidikan anak bangsa,” katanya.

Subandi menegaskan, pembangunan Sidoarjo harus dilakukan secara bersama-sama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

“Biarkan Kabupaten Sidoarjo ini maju. Kuncinya adalah kebersamaan. Kita tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan jenengan semua,” tegasnya.

Pendopo Sidoarjo Jadi Ruang Bersama

Lebih jauh, Subandi menyampaikan bahwa Pendopo Kabupaten Sidoarjo harus menjadi ruang bersama yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan positif.

Ia menilai kegiatan pengajian Ahad Pahing tidak semata-mata menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga bagian dari ruang kebersamaan masyarakat Sidoarjo.

“Biarkan pendopo ini milik bersama. Tujuan pengajian Ahad ini bukan milik organisasi tertentu, tetapi untuk kita bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Hj. Casmini, S.Ag., M.Si. turut memberikan penguatan mengenai pentingnya peran orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital.

Casmini menyampaikan bahwa tantangan pengasuhan semakin besar seiring kemudahan anak dalam mengakses informasi dan berinteraksi di ruang digital.

Ia mengaitkan pendidikan anak dengan tiga ayat Al-Qur’an, yakni QS. At-Tahrim ayat 6, QS. Luqman ayat 13, dan QS. Al-Furqan ayat 74.

QS. At-Tahrim ayat 6, jelasnya, mengingatkan tentang amanah menjaga diri dan keluarga. Pesan tersebut menjadi penting bagi orang tua yang memiliki tanggung jawab menjaga sekaligus membimbing anak agar tumbuh dalam lingkungan yang baik.

Sementara QS. Luqman ayat 13 memberikan gambaran pentingnya pendidikan anak, terutama penanaman tauhid sejak dini. Sedangkan QS. Al-Furqan ayat 74 menggambarkan harapan orang tua agar memiliki keturunan yang menjadi qurrata a’yun atau penyejuk hati.

“Anak tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga membutuhkan akhlak. Orang tua harus menjadi bagian penting dalam membangun benteng anak ketika menghadapi berbagai pengaruh di lingkungan maupun dunia digital,” jelas Casmini.

Ia juga menekankan bahwa pengajian harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Menurutnya, terdapat tiga prinsip dalam tabligh yang perlu diperhatikan, yaitu mencerdaskan, memberikan pencerahan, dan membahagiakan.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah tantangan era digital, ketika anak-anak memiliki akses luas terhadap berbagai informasi. Penguatan pendidikan keluarga, akhlak, serta kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat dan orang tua dinilai menjadi salah satu kunci membangun generasi Sidoarjo yang tangguh.