seputarindonesiatv.id || SIDOARJO – Bupati Sidoarjo Subandi meminta pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diperketat. Langkah ini diambil setelah ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, diduga mengalami keracunan pada Selasa 1 September 2026 petang.
Peninjauan langsung dilakukan Bupati ke SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Rabu 2/9/2026. Subandi datang didampingi Wakil Bupati Mimik Idayana, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ridho Prasetyo, Sekda Mohammad Ainur Rahman, serta Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing.
“Sebanyak 21 SPPG belum berizin. Hal ini telah kami sampaikan kepada BGN pusat. Karena itu, kami meminta pengawasan benar-benar diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Subandi dalam keterangan pers.
Berdasarkan data Dinkes, DPMPTSP, dan Diskopindag Sidoarjo, saat ini terdapat 174 SPPG di Kabupaten Sidoarjo. Dari jumlah itu, 153 SPPG sudah operasional dan 21 lainnya belum mengantongi izin.
Untuk SPPG Kalitengah, Subandi memastikan unit tersebut sudah memiliki izin operasional. Namun terkait sanksi dan penghentian operasional, kewenangannya berada di Badan Gizi Nasional (BGN).
“SPPG Kalitengah telah mengantongi izin. Adapun terkait sanksi dan penghentian operasional, hal tersebut merupakan kewenangan BGN,” katanya.
Bupati menegaskan Pemkab Sidoarjo tetap mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program pemerintah pusat. Namun ia menekankan dukungan itu harus disertai tata kelola yang baik dan pengawasan memadai.
“Apabila tata kelolanya belum baik, tentu harus segera dibenahi. Jangan sampai hal tersebut mengganggu program presiden. Program yang baik harus kita dukung, sedangkan kekurangan yang ada harus segera diperbaiki,” tegasnya.
457 Santri Sudah Pulang
Dinas Kesehatan Sidoarjo mencatat sebanyak 567 santri telah mendapat penanganan medis. Per 2 September 2026 pukul 13.00 WIB, sebanyak 457 santri sudah dipulangkan. Sementara 80 santri masih menjalani perawatan jalan di sejumlah rumah sakit, dan 30 santri masih observasi.
Rinciannya: RS Siti Hajar merawat 35 pasien, RS Delta Surya 16 pasien, RS Pusura 12 pasien, RSU Aisyiyah 9 pasien, RS Fatimah 9 pasien, RS Pusdik Bhayangkara 1 pasien, RSUD Noto Puro 31 pasien, RS Anwar Medika 1 pasien, dan RS Arafah Anwar Medika 1 pasien.
Pemkab Sidoarjo menyatakan akan terus berkoordinasi dengan BGN untuk mekanisme evaluasi dan evaluasi program MBG di daerah.
Editor : Sundary

