seputarindonesiatv.id || PASURUAN – Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko membuka pelatihan program Short Course atau pelatihan kilat berbasis penempatan industry yang digelar Dinas Ketenagakerjaan untuk merespons kebutuhan mendesak dunia kerja.
Dalam siaran tertulisnya Pemkab Pasuruan, Selasa (22/9/2026), Yudha mengatakan, program ini menggunakan Dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) Kabupaten Pasuruan tahun 2026 yang tujuannya untuk menekan angka pengangguran. Dimana lulusan dari program ini tidak sekadar dilatih, tetapi langsung disalurkan atau ditempatkan bekerja di perusahaan.
Dalam program Short Course ini, total ada 128 peserta pelatihan. Seluruhnya dibagi menjadi 8 gelombang dengan masing-masing 16 peserta. Kata Yudha, pembukaan pelatihan ini langsung menyerap peserta dari dua gelombang, yakni gelombang I dan II. Selama pelatihan, para peserta dilatih oleh para instruktur dari BLK Pandaan maupun Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Sidoarjo.
“Pelatihannya dimampatkan dengan materi yang padat, termasuk praktikum di lapangan atau tempat kerja. Dengan program ini, saya mengajak perusahaan lain untuk berkolaborasi dengan Pemkab Pasuruan seperti yang dilakukan PT Berkat Ganda Sentosa dan berharap program ini dapat memotivasi perusahaan lain untuk berkolaborasi dalam memberikan pelatihan berbasis penempatan,” ujarnya.
Sementara itu, HR Manager PT Berkat Ganda Sentosa, Wahyu Budi Prianto menyambut baik program short course. Sebab terbukti sebagai perwujudan kolaborasi epik antara pemerintah daerah bersama dunia industri. Pemerintah bersama industri sama-sama merangkul masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan, dapat diikutkan pelatihan singkat langsung diterima bekerja.
“Pada intinya, kita ingin merangkul bersama, menciptakan kondusifitas, karena memang lapangan pekerjaan di Pasuruan harus dioptimalkan, sehingga serapan tenaga kerja bisa maksimal bekerja di wilayahnya sendiri,” tegasnya.
Wahyu menyampaikan bahwa perusahaanny membutuhkan sekitar 350 pekerja. Dari jumlah tersebut, Pemkab Pasuruan membantunya dengan memberikan pelatihan kepada separuh dari jumlah kebutuhan. “Kalau yang sekarang kami butuh pekerja di bagian produksi, yakni jahit upper sepatu, dan bulan-bulan berikutnya menyesuaikan kebutuhan saja,” terangnya.
Editor : Red

