seputarindonesiatv.id || SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya melalui layanan One Desk Stop Service atau pelayanan satu pintu yang kini dihadirkan di Desa Tambak Sawah, Kecamatan Waru.

Layanan tersebut disosialisasikan langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo Mimiek Idajayana, Selasa (29/9/2026). Kegiatan turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Sidoarjo, para pimpinan OPD, Camat Waru, Kepala Desa Tambak Sawah, jajaran UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur, perwakilan Bank Jatim, Forum CSR Kabupaten Sidoarjo, serta sejumlah pimpinan perusahaan di wilayah Tambak Sawah.

Mimiek mengatakan, kehadiran layanan satu pintu merupakan bagian dari komitmen Pemkab Sidoarjo untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah diakses, sekaligus mendekatkan pemerintah dengan masyarakat maupun pelaku usaha.

Menurutnya, kawasan Tambak Sawah dan Kecamatan Waru memiliki aktivitas ekonomi yang cukup tinggi. Bahkan, terdapat lebih dari 200 perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Kondisi itu membuat kebutuhan terhadap pelayanan administrasi, mulai dari perpajakan, perizinan hingga administrasi kendaraan perusahaan, cukup tinggi.

“Ini kita dekatkan semuanya dalam satu tempat. Supaya lebih mudah, lebih cepat, dan tidak perlu bolak-balik,” ujar Mimiek.

Ia juga mengingatkan masyarakat dan perusahaan agar tidak mengabaikan kewajiban perpajakan. Pajak, kata dia, menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nantinya kembali dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan di Kabupaten Sidoarjo.

“Jangan sampai kita lalai dengan kewajiban kita, yaitu pembayaran pajak. Pajak yang dibayar masyarakat dan perusahaan nantinya dikembalikan melalui berbagai program pembangunan,” katanya.

Masyarakat Diminta Ikut Mengawasi Pembangunan

Selain persoalan pajak, Mimiek juga mengajak masyarakat turut mengawasi pelaksanaan pembangunan di lingkungan masing-masing.

Ia menegaskan, pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah pada dasarnya juga berkaitan dengan kontribusi masyarakat melalui pembayaran pajak.

“Anggaran pembangunan juga berasal dari masyarakat. Karena itu saya mohon bantuan semuanya untuk saling mengawasi agar pembangunan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mimiek turut mengapresiasi keberadaan perusahaan-perusahaan di kawasan Tambak Sawah yang dinilai aktif membangun komunikasi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Ia berharap hubungan antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga keberadaan dunia usaha memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.

“Saya sangat mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang ada di Tambak Sawah. Dari informasi yang saya terima, perusahaan di sini juga peduli terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Dorong Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha

Mimiek berharap pola pelayanan dan sinergi yang dibangun di Tambak Sawah dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, kemudahan pelayanan publik tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan masyarakat dan pelaku usaha.

Sementara itu, Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo Yudhi Irianto menyampaikan bahwa layanan satu pintu di Tambak Sawah merupakan bagian dari upaya BPPD untuk terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan adanya pelayanan di kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi cukup tinggi tersebut, masyarakat dan perusahaan diharapkan dapat memperoleh akses layanan secara lebih praktis tanpa harus berulang kali datang ke kantor pemerintahan.

Pemkab Sidoarjo berharap sinergi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat terus terjaga, sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendukung pembangunan daerah.

Editor : Sundary