seputarindonesiatv.id || SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong pengembangan budaya literasi di lingkungan sekolah melalui pemanfaatan perpustakaan digital. Program ini diharapkan dapat memperluas akses bacaan bagi siswa sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca dan menulis sejak dini.

Program Perpustakaan Digital Sekolah yang dikembangkan Pustaka Media Guru menjadi salah satu upaya untuk memudahkan siswa mengakses buku sekaligus mengembangkan kreativitas melalui kegiatan literasi.

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, mengapresiasi pengembangan program tersebut. Ia berharap kemudahan akses bacaan dapat mendorong anak-anak semakin gemar membaca serta mampu memahami isi buku yang dibacanya.

Menurutnya, kegiatan literasi tidak cukup hanya dengan membaca. Siswa juga perlu didorong untuk menceritakan kembali isi bacaan agar kemampuan memahami informasi, berbicara, dan menyampaikan gagasan semakin berkembang.

“Jangan sekadar membaca. Kalau bisa, setelah membaca harus diceritakan agar ada kemauan untuk membaca kembali,” demikian pesan Mimik Idayana sebagaimana disampaikan dalam keterangan tersebut.

Pimpinan Redaksi (Pemred) Pustaka Media Guru, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa program perpustakaan digital merupakan upaya untuk membumikan gerakan membaca dan menulis di tengah perkembangan teknologi.

Melalui layanan ini, siswa dapat mengakses bahan bacaan secara gratis melalui perangkat berbasis Android dan iOS. Sistem tersebut juga memungkinkan sekolah memantau aktivitas membaca siswa, mulai dari durasi membaca hingga jumlah buku yang telah dibaca.

Selain memberikan kemudahan akses, sekolah dapat menambah koleksi buku digital dengan biaya relatif lebih terjangkau dibandingkan pengadaan buku cetak. Platform ini juga menyediakan ruang bagi siswa untuk mengembangkan ide, menulis cerita, dan menghasilkan karya literasi lainnya.

Eko berharap program tersebut dapat diperluas melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, sekolah, guru, siswa, serta orang tua.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netti Lastiningsih, menyambut baik pengembangan budaya literasi melalui perpustakaan digital.

Ia menyebut lebih dari 100 sekolah telah mengembangkan perpustakaan dengan sistem yang beragam. Menurutnya, penerapan layanan digital perlu disesuaikan dengan kondisi dan sistem perpustakaan yang telah dimiliki masing-masing sekolah agar pelaksanaannya berjalan efektif tanpa menimbulkan kebingungan bagi pengelola maupun siswa.

Netti juga menekankan pentingnya penyediaan bahan bacaan yang sesuai dengan jenjang pendidikan dan kemampuan membaca anak. Buku bergambar serta komik dengan teks sederhana, misalnya, dapat menjadi pilihan untuk membantu siswa memahami isi bacaan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, lanjutnya, siap berkolaborasi dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), baik di sekolah negeri maupun swasta, guna memperkuat pengembangan perpustakaan sekolah.

Salah satu sekolah yang telah menerapkan perpustakaan digital adalah SDN Sidodadi. Kepala SDN Sidodadi, Anita Wulandya Kurnia, menjelaskan bahwa sebelumnya kegiatan membaca di sekolah masih mengandalkan buku fisik. Kehadiran perpustakaan digital memberikan alternatif bagi siswa untuk mengakses bahan bacaan dengan lebih mudah.

Sekolah tersebut juga memberikan ruang bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas melalui majalah digital Jenggala. Pada edisi tahun ini, SDN Sidodadi berhasil meraih juara III dalam ajang majalah digital tersebut.

Anita mengatakan, majalah digital menjadi wadah bagi siswa untuk menuangkan ide dan menyimpan hasil karya mereka. Karya yang telah dipublikasikan juga dapat tetap diakses setelah siswa menyelesaikan pendidikan di sekolah.

“Anak-anak senang karena sudah ada wadah untuk menampilkan karya mereka. Karya itu tidak hilang begitu saja setelah mereka lulus, tetapi bisa menjadi kenangan sekaligus bukti kreativitas mereka selama bersekolah,” ungkapnya.

Pengembangan perpustakaan digital diharapkan dapat memperkuat budaya literasi di Kabupaten Sidoarjo. Dengan dukungan sekolah, tenaga pendidik, orang tua, dan pemerintah daerah, kemudahan akses bacaan diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan minat baca serta kemampuan siswa dalam menghasilkan karya.

Editor : Sundary

What do you feel about this post?

0%
like

Like

0%
love

Love

0%
happy

Happy

0%
haha

Haha

0%
sad

Sad

0%
angry

Angry