seputarindonesiatv.id || SURABAYA – Semangat perjuangan arek-arek Suroboyo kembali membara melalui Parade Surabaya Juang 2026. Mengusung tema “Suroboyo Wani”, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan mengenang sejarah, tetapi juga momentum menanamkan nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, dan nasionalisme kepada generasi penerus bangsa.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dijadwalkan tampil memerankan sosok Kolonel Sungkono, tokoh penting dalam perjuangan mempertahankan Kota Surabaya. Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, akan memerankan figur Ibu Pertiwi dalam teatrikal pembukaan parade, Minggu (1/11/2026).
Parade dijadwalkan dimulai pukul 14.30 WIB dari kawasan Tugu Pahlawan. Berbagai adegan teatrikal disiapkan untuk menghidupkan kembali kisah heroik perjuangan rakyat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, menjelaskan bahwa Eri Cahyadi akan memerankan Kolonel Sungkono yang dikenal memiliki peran penting dalam memimpin pertahanan Kota Surabaya.
Menurut Herry, semangat pengabdian terhadap bangsa dapat diwujudkan melalui berbagai peran dan kemampuan masing-masing individu.
Puncak penghormatan sejarah juga akan berlangsung di depan Hotel Majapahit melalui prosesi penghormatan kepada bendera Merah Putih, sebagai simbol penghargaan terhadap perjuangan para pendahulu dalam mempertahankan kemerdekaan.

Libatkan 2.150 Peserta, Rute 2,5 Kilometer
Parade Surabaya Juang 2026 melibatkan sekitar 2.150 peserta dari berbagai unsur, mulai Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), TNI, Polri, Paskibraka, komunitas pecinta sejarah, organisasi kepemudaan hingga berbagai elemen masyarakat.
Parade akan menempuh jarak sekitar 2,5 kilometer. Berangkat dari kawasan Tugu Pahlawan, peserta melintasi sejumlah jalan utama di pusat Kota Surabaya dan berakhir di kawasan Balai Pemuda atau Alun-Alun Surabaya, Jalan Gubernur Suryo.
Keterlibatan ribuan peserta tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda.
Herry menegaskan, semangat “Suroboyo Wani” tidak boleh dimaknai sebatas keberanian menghadapi pertempuran. Lebih dari itu, keberanian harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti berani belajar, berkarya, berprestasi, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Parade Surabaya Juang 2026 menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak diperoleh secara cuma-cuma. Ada darah, air mata, pengorbanan, dan persatuan rakyat yang menjadi fondasi berdirinya bangsa ini.
Semangat kepahlawanan Surabaya diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan maupun nostalgia sejarah. Nilai perjuangan para pahlawan harus terus hidup dalam tindakan nyata, terutama dalam menjaga persatuan, memperkuat kebangsaan, dan membangun masa depan Indonesia.
Editor: Red
What do you feel about this post?
Like
Love
Happy
Haha
Sad

