seputarindonesiatv.id | SURABAYA – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasionalis Nusantara (DPW PNN) Jawa Timur meneguhkan komitmen perjuangan politik melalui lima pilar utama, yakni Berakhlak, Nasionalis, Bersatu, Berdaulat, serta Adil dan Makmur. Lima pilar tersebut menjadi landasan dalam membangun politik yang bermartabat, memperkuat persatuan, dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, Minggu (11/10/2026).
Penegasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat arah perjuangan organisasi sekaligus mempersiapkan kualitas kader menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.
Ketua DPW PNN Jawa Timur, Slamet Pramono yang akrab disapa Cak Bram, menegaskan bahwa politik tidak semestinya hanya dimaknai sebagai jalan untuk meraih kekuasaan. Lebih dari itu, politik harus menjadi sarana pengabdian untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan menghadirkan perubahan nyata.
Menurut Cak Bram, lima pilar perjuangan PNN harus menjadi pedoman bagi seluruh pengurus dan kader dalam menjalankan amanah organisasi. Nilai-nilai tersebut tidak cukup disampaikan melalui slogan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, kebijakan, dan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pilar pertama, Berakhlak, menekankan pentingnya karakter, integritas, dan etika dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan amanah politik. Nilai ini juga menjadi pengingat bahwa perjuangan politik harus mengedepankan kejujuran, tanggung jawab, serta komitmen terhadap tata kelola yang bersih dan transparan.
Pilar kedua, Nasionalis, diarahkan untuk memperkuat kecintaan terhadap tanah air, menjaga semangat kebangsaan, dan membangun generasi yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Indonesia.
Selanjutnya, pilar ketiga, Bersatu, menekankan pentingnya merawat kebinekaan, menghormati perbedaan, melestarikan budaya bangsa, serta memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat yang beragam.
Pilar keempat, Berdaulat, menempatkan kemandirian bangsa sebagai bagian penting dari perjuangan. Hal ini mencakup penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan petani dan nelayan, serta upaya mendorong kemandirian energi agar Indonesia memiliki kemampuan lebih besar dalam memenuhi kebutuhan strategisnya.
Adapun pilar kelima, Adil dan Makmur, berorientasi pada penguatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perluasan kesempatan kerja, serta perjuangan mewujudkan akses keadilan dan pemerataan kesejahteraan.
Bagi PNN Jawa Timur, kelima pilar tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan program kerja yang terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Cak Dwi: Kekuatan Partai Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata
Sejalan dengan arah perjuangan tersebut, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PNN, Cak Dwi, menekankan bahwa kekuatan partai tidak cukup diukur dari besarnya struktur organisasi. Kualitas kader dan kemampuan memahami persoalan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
“Keberhasilan partai tidak cukup diukur dari besarnya struktur organisasi, tetapi juga dari kemampuan kader memahami persoalan masyarakat dan menghadirkan solusi yang konkret,” ujar Cak Dwi.
Menurutnya, penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan kerja nyata di tengah masyarakat. Kader diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga mampu menyerap aspirasi warga, mengenali persoalan sosial dan ekonomi, serta mendorong penyelesaian masalah sesuai kapasitas dan peran masing-masing.
Dalam persiapan menuju Pemilu 2029, Bapilu memiliki peran strategis dalam menyusun perencanaan politik, memetakan wilayah dan daerah pemilihan, memperkuat struktur kepengurusan, merekrut kader potensial, serta mendorong pendidikan politik.
Namun, seluruh langkah tersebut membutuhkan konsolidasi yang berkelanjutan. Struktur organisasi harus diikuti dengan pembagian tugas yang jelas, komunikasi yang efektif, serta kemampuan kader menerjemahkan arah perjuangan partai ke dalam program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, persiapan menghadapi kontestasi politik tidak hanya berorientasi pada penguatan organisasi, tetapi juga pada upaya membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat.
Lima Pilar Harus Menjadi Pedoman Perjuangan
Perpaduan antara penegasan nilai perjuangan oleh Cak Bram dan dorongan kerja nyata dari Cak Dwi menjadi bagian dari arah pengembangan DPW PNN Jawa Timur.
Prinsip berakhlak dalam tindakan, nasionalis dalam perjuangan, bersatu dalam keberagaman, berdaulat dalam kemandirian, serta adil dan makmur demi kesejahteraan rakyat diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh jajaran pengurus dan kader.
Dengan semangat “Hadir untuk Masyarakat”, PNN Jawa Timur menekankan pentingnya membangun organisasi yang tidak hanya menjalankan fungsi politik, tetapi juga mampu mendengarkan aspirasi dan merespons kebutuhan publik.
Pada akhirnya, implementasi lima pilar tersebut akan ditentukan oleh konsistensi dalam pelaksanaannya. Masyarakat membutuhkan kerja yang dapat dirasakan, program yang jelas, serta komitmen yang dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, tantangan PNN Jawa Timur ke depan bukan sekadar memperkuat struktur menuju Pemilu 2029, melainkan memastikan bahwa nilai-nilai perjuangan yang disampaikan benar-benar diterjemahkan menjadi kegiatan nyata bagi masyarakat.
Salam PNN — Merdeka, Adil, Makmur!
DPW Partai Nasionalis Nusantara Jawa Timur
Hadir untuk Masyarakat, Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat.
What do you feel about this post?
Like
Love
Happy
Haha
Sad

