seputarindonesiatv.id || SIDOARJO – Bupati Sidoarjo, Subandi, mengajak Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus memperkuat peran perempuan melalui dakwah, pemberdayaan, serta berbagai karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Subandi saat menghadiri acara Senada (Sehat Nada Dakwah) Fest di Ciplaz Sidoarjo, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, sekaligus mendorong perempuan agar semakin aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurut Subandi, perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang mandiri dan berkualitas. Karena itu, peran perempuan tidak cukup hanya dipahami dalam lingkup keluarga, tetapi juga perlu diperkuat melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dakwah, dan kegiatan sosial.
“Semangat tersebut diharapkan menjadi landasan bagi Fatayat NU untuk terus bergerak bersama, mengembangkan potensi perempuan, dan melahirkan karya yang memberikan manfaat nyata,” ujar Subandi.
Mengusung tema “Bergerak dalam Irama, Bershalawat dengan Cinta, Berkarya untuk Fatayat NU”, Senada Fest menghadirkan ruang bagi kaum perempuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjalankan aktivitas keagamaan dan sosial.
Subandi juga menekankan bahwa shalawat bukan sekadar ungkapan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Lebih dari itu, shalawat dapat menjadi penguat spiritual dan penyejuk hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ia berharap nilai-nilai keagamaan tersebut dapat diwujudkan dalam tindakan konkret, mulai dari membangun keluarga yang harmonis, meningkatkan kepedulian sosial, hingga mendorong kemandirian ekonomi perempuan.
“Perempuan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang mandiri. Karena itu, semangat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, baik melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, maupun kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Subandi menyampaikan bahwa pembangunan Kabupaten Sidoarjo membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan organisasi kemasyarakatan, termasuk Fatayat NU yang memiliki potensi besar dalam menggerakkan perempuan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Ia menilai kegiatan seperti Senada Fest dapat menjadi energi positif untuk memperkuat solidaritas sekaligus mendorong lahirnya karya-karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Mari kita bergerak selaras dengan perkembangan zaman, menjaga keharmonisan, dan melahirkan karya terbaik untuk kemajuan Sidoarjo,” ajak Subandi.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan Fatayat NU semakin berperan sebagai ruang pengembangan kapasitas perempuan, penguatan dakwah, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah, perempuan diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak kemajuan Sidoarjo.
Editor : Sundary
What do you feel about this post?
Like
Love
Happy
Haha
Sad

