Advokat Jatim Kecam OTT Wartawan di Mojokerto, Desak Pembentukan Aliansi Peduli Jurnalis

seputarindonesiatv.id || Surabaya – Advokat Jawa Timur, Bung Taufik, mengecam dugaan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang wartawan di Mojokerto yang dituding memeras pengacara. Menurutnya, peristiwa tersebut sarat kejanggalan dan berpotensi menjadi “settingan” yang mencederai kemerdekaan pers.

“Jika benar ada skenario menjebak jurnalis, ini bukan hanya merugikan individu, tapi juga merusak marwah profesi wartawan,” tegas Bung Taufik, Senin (15/3).

Ia mempertanyakan konstruksi hukum kasus itu. Menurutnya, permintaan take down pemberitaan dengan kompensasi materi tidak serta-merta dapat dikategorikan pemerasan tanpa ada unsur ancaman nyata. “Unsur pengancamannya seperti apa? Harus diuji objektif,” ujarnya.

Bung Taufik juga mengingatkan pola serupa di masa lalu, seperti kasus OTT terhadap dua mahasiswa yang melaporkan Kepala Dinas Pendidikan Jatim. Ia menilai sering terjadi kesepakatan pertemuan sebelum OTT berlangsung, sehingga aparat perlu berhati-hati dalam menafsirkan delik pemerasan.

Sebagai respons, ia akan mendeklarasikan Aliansi Masyarakat Jawa Timur Peduli Jurnalis dan mengajak insan pers bersolidaritas. Rencananya, aliansi itu akan menggelar aksi di depan Mapolda Jatim untuk meminta Kapolda mengevaluasi perkara tersebut dan mempertimbangkan pembebasan wartawan yang bersangkutan.

“Tanpa jurnalis, masyarakat kehilangan informasi yang benar. Kita menolak kriminalisasi pers dan akan terus menyuarakan kebebasan jurnalisme,” pungkasnya.

Editor : Red

  • Related Posts

    Satu Pelaku Menyerah, Tiga Masih Bebas: Ada Apa dengan Penanganan Kasus Pembunuhan Sidotopo?

    seputarindonesiatv.id || Surabaya, – Perkembangan kasus pembunuhan di kawasan Sidotopo Sekolahan Gang II, Kecamatan Semampir, mulai mengerucut. Satu orang yang diduga kuat sebagai pelaku telah menyerahkan diri ke polisi, sementara…

    Insiden Maut Bekasi Berbuntut Gugatan Rp 100 Miliar ke PT Kereta Api Indonesia

    seputarindonesiatv.id || SIDOARJO – Rolland E Potu, S.H., M.H., CBLC, penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang mengalami kecelakaan akibat tabrakan dengan KRL di Bekasi Timur pada 27 April 2026, secara…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Hardiknas 2026, MIS Miftahul Ulum Purwoasri Gaungkan Semangat Merawat Budaya Madrasah

    Hardiknas 2026, MIS Miftahul Ulum Purwoasri Gaungkan Semangat Merawat Budaya Madrasah

    Satu Pelaku Menyerah, Tiga Masih Bebas: Ada Apa dengan Penanganan Kasus Pembunuhan Sidotopo?

    Satu Pelaku Menyerah, Tiga Masih Bebas: Ada Apa dengan Penanganan Kasus Pembunuhan Sidotopo?

    Insiden Maut Bekasi Berbuntut Gugatan Rp 100 Miliar ke PT Kereta Api Indonesia

    Insiden Maut Bekasi Berbuntut Gugatan Rp 100 Miliar ke PT Kereta Api Indonesia

    Ketua PAC Pemuda Pancasila Sukomanunggal Ulum: Hardiknas Momentum Meneladani Nilai Luhur Pendidikan

    Ketua PAC Pemuda Pancasila Sukomanunggal Ulum: Hardiknas Momentum Meneladani Nilai Luhur Pendidikan

    Majelis Al-Mubarok Gelar Istighosah, Gus Alfa Ingatkan Dahsyatnya Sedekah dan Silaturahmi

    Majelis Al-Mubarok Gelar Istighosah, Gus Alfa Ingatkan Dahsyatnya Sedekah dan Silaturahmi

    OPINI: Hari Buruh Adalah Alarm Keras untuk Republik Kalau Kita Semua Buruh, Muliakan Dulu Buruh Penjaga Masa Depan

    OPINI: Hari Buruh Adalah Alarm Keras untuk Republik Kalau Kita Semua Buruh, Muliakan Dulu Buruh Penjaga Masa Depan