DLHK Sidoarjo Siap Tertibkan Fasum Pondok Mutiara, Warga Desak Transparansi Aset

seputarindonesiatv.id || Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menggelar sosialisasi penertiban fasilitas umum (fasum) di kawasan Perumahan Pondok Mutiara, Kamis (15/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Cafe Tanah Jawa, kawasan Taman Pinang, dan dihadiri sejumlah unsur pemerintah, aparat, serta perwakilan warga.

Dalam sosialisasi itu, DLHK memaparkan hasil temuan lapangan terkait sejumlah pelanggaran pemanfaatan fasum yang dinilai tidak sesuai peruntukan. Beberapa di antaranya meliputi bangunan liar, penutupan akses, hingga pemanfaatan area fasilitas umum untuk kepentingan pribadi.

Kepala DLHK Kabupaten Sidoarjo, Janti Mulyono menegaskan, pemerintah akan melakukan penertiban secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami tidak langsung bongkar begitu saja. Ada tahapan yang harus dilalui mulai dari sosialisasi, pemasangan papan pengumuman, hingga pemberian surat peringatan,” ujarnya.

DLHK menyebut proses penertiban diperkirakan memakan waktu sekitar dua minggu dengan mekanisme surat peringatan bertahap sebelum dilakukan tindakan bersama Satpol PP.

Selain fokus pada penertiban, pemerintah juga berencana melakukan penataan ulang kawasan fasum dengan pembangunan taman dan optimalisasi ruang terbuka hijau. Penataan tersebut disebut bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mencegah munculnya pelanggaran baru.

Namun dalam forum tersebut, sejumlah warga turut menyampaikan kritik dan keberatan. Mereka meminta pemerintah bersikap transparan terkait status aset fasum serta mekanisme pengelolaannya.

Salah satu warga mempertanyakan dasar hukum penguasaan aset yang selama ini digunakan oleh pihak tertentu. Warga juga meminta pemerintah memastikan penertiban dilakukan secara adil tanpa tebang pilih.

“Kami mendukung penertiban, tapi harus jelas status asetnya dan prosesnya terbuka. Jangan sampai warga kecil yang dikorbankan,” ujar salah satu peserta forum.

Warga juga mengaku khawatir jika proses penataan berdampak pada aktivitas sosial masyarakat yang selama ini memanfaatkan area tersebut untuk kegiatan lingkungan.

Dalam kegiatan itu turut hadir perwakilan DPRD, Inspektorat, BPKAD, Satpol PP, Dinas PU Bina Marga dan SDA, camat, lurah, hingga pengurus RT/RW Perumahan Pondok Mutiara.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan proses penertiban akan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog dengan masyarakat agar penataan kawasan berjalan kondusif.

Editor : Sundary

  • Related Posts

    Pemkab Sidoarjo Gandeng Perpukadensi, Fokus Revitalisasi Pendidikan dan Penempatan Kerja Migran

    seputarindonesiatv.id || SIDOARJO — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan dan ketenagakerjaan melalui kemitraan dengan Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadensi). Kolaborasi tersebut difokuskan pada revitalisasi…

    Bhabinkamtibmas Kelurahan Gundih Hadiri Pertemuan Karang Werda, Pererat Silaturahmi dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

    seputarindonesiatv.id || Surabaya, – Pertemuan rutin Karang Werda Kelurahan Gundih Kecamatan Bubutan berlangsung dengan penuh keakraban dan semangat kebersamaan di wilayah Kelurahan Gundih. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para anggota lansia,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Peta Politik Jatim Makin Panas, AMAN Deklarasi Dukung Eri Cahyadi

    Peta Politik Jatim Makin Panas, AMAN Deklarasi Dukung Eri Cahyadi

    DLHK Sidoarjo Siap Tertibkan Fasum Pondok Mutiara, Warga Desak Transparansi Aset

    DLHK Sidoarjo Siap Tertibkan Fasum Pondok Mutiara, Warga Desak Transparansi Aset

    Wabup Mimik Dukung Sensus Ekonomi 2026, BPS Sidoarjo Siapkan Pendataan Door to Door

    Wabup Mimik Dukung Sensus Ekonomi 2026, BPS Sidoarjo Siapkan Pendataan Door to Door

    Rayakan Usai Ujian Madrasah, Kelas 6 MI Ma’arif Kedungkendo Gelar Rihlah ke Trenggalek dan Kediri

    Rayakan Usai Ujian Madrasah, Kelas 6 MI Ma’arif Kedungkendo Gelar Rihlah ke Trenggalek dan Kediri

    Penanganan Kasus Narkoba di Tanjung Perak Dipertanyakan, Dugaan Negosiasi Rp25 Juta Jadi Sorotan

    Penanganan Kasus Narkoba di Tanjung Perak Dipertanyakan, Dugaan Negosiasi Rp25 Juta Jadi Sorotan

    Penanganan Kasus Narkoba di Tanjung Perak Dipertanyakan, Dugaan Negosiasi Rp25 Juta Jadi Sorotan

    Penanganan Kasus Narkoba di Tanjung Perak Dipertanyakan, Dugaan Negosiasi Rp25 Juta Jadi Sorotan