seputarindonesiatv.id || SIDOARJO – Menghadapi musim hujan yang diperkirakan segera tiba, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berupaya meningkatkan kapasitas sejumlah rumah pompa untuk mempercepat penanganan genangan air. Salah satunya melalui penambahan kapasitas Rumah Pompa Sidokare.
Rumah pompa yang sebelumnya memiliki kapasitas sekitar 200 liter per detik tersebut akan ditambah satu unit pompa berkapasitas 1.000 liter per detik. Dengan penambahan tersebut, kapasitas penanganan air di rumah pompa Sidokare ditargetkan mencapai 1.200 liter per detik.
Namun, progres pembangunan tambahan kapasitas tersebut mendapat perhatian Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idajyana. Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin (28/9/2026), Wabup melihat langsung kondisi pekerjaan yang masih berjalan.
Mimik mengungkapkan, progres pekerjaan pembangunan rumah pompa tersebut baru mencapai sekitar 1,6 persen. Padahal, waktu pelaksanaan terus berjalan dan musim hujan sudah semakin dekat.
“Saya mohon bisa dipercepat dari target bulan Desember. Karena ini sudah mendekati musim hujan. Kasihan warga,” kata Mimik.
Menurutnya, percepatan pekerjaan menjadi penting mengingat keberadaan rumah pompa tersebut berkaitan langsung dengan upaya pemerintah mengurangi genangan di wilayah Sidoarjo.
Wabup juga mengaku kecewa melihat lambannya perkembangan pekerjaan. Ia menyebut, pada akhir Agustus lalu progres pekerjaan masih sekitar 0,8 persen, sementara saat ini baru meningkat menjadi 1,6 persen.
“Memang, pekerjaan surplus sebesar 0,8 persen. Tapi sejak kontrak ditandatangani pada 28 Agustus lalu, kontraktor pelaksana hanya mampu menyelesaikan pemancangan mini pile lantai rumah pompa,” ujarnya.
Selain persoalan progres, Mimik juga menyoroti penggunaan material yang dinilai perlu mendapat perhatian. Ia meminta pengawas memastikan material yang digunakan sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.
“Kalau ini masih belum selesai, ya sanksinya di-black list. Jangan sampai digunakan lagi,” tegasnya.
Mimik meminta kontraktor pelaksana bekerja secara profesional dan memperhatikan aspek keamanan serta kekuatan bangunan. Menurutnya, proyek yang menggunakan dana APBD harus dikerjakan secara serius karena menyangkut kepentingan masyarakat.
“Tidak main-main dengan penggunaan dana APBD. Harus dipertimbangkan kekuatan maupun fungsinya,” katanya.
Inspektorat Diminta Turun Mengawasi
Mimik juga meminta Inspektorat Sidoarjo melakukan pengawasan lebih ketat terhadap proyek-proyek pembangunan di Kabupaten Sidoarjo.
Ia bahkan meminta Inspektorat memanggil seluruh pengawas dan pelaksana pekerjaan rumah pompa Sidokare yang nilainya disebut mencapai lebih dari Rp2 miliar.
“Nanti saya minta Inspektorat memanggil semua pengawas dan pemborong,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Drainase Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Sidoarjo, Herwindo Widyanto, menjelaskan pembangunan rumah pompa Sidokare merupakan bagian dari upaya penanganan genangan air di kawasan Kecamatan Sidoarjo.
Dengan tambahan pompa berkapasitas 1.000 liter per detik, rumah pompa tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan penyedotan air secara signifikan.
“Jadi, nanti dua pompa ini mampu mengurangi volume genangan air sampai 1.200 liter per detik,” ujarnya.
Herwindo mengatakan terdapat tiga rumah pompa yang mendapatkan tambahan kapasitas, yakni Rumah Pompa Sidokare, Rumah Pompa Lippo dan Rumah Pompa Banjar Poh.
Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penanganan genangan air, terutama ketika curah hujan tinggi.
Saat ini, Pemkab Sidoarjo memiliki sekitar 38 titik rumah pompa yang disiapkan untuk membantu mengatasi genangan. Puluhan unit pompa tersebut disebut dalam kondisi baik dan rutin dilakukan perawatan.
“Kita rutin melakukan perawatan. Seminggu dua kali pompa kita panasi sekaligus dicek fungsinya,” jelas Herwindo.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Pengawasan Proyek Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Yusuf, menyebut progres pengerjaan rumah pompa Sidokare saat ini mencapai 1,6 persen, meningkat dari sebelumnya 0,8 persen.
Dengan semakin dekatnya musim hujan, perhatian kini tertuju pada kemampuan kontraktor mengejar progres pekerjaan tanpa mengabaikan kualitas, spesifikasi teknis, serta aspek keselamatan konstruksi.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun diminta memastikan percepatan pekerjaan tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga tetap menjamin fungsi dan kualitas rumah pompa ketika nantinya digunakan untuk menghadapi genangan di wilayah Sidoarjo.
Editor : Sundary

