seputarindonesiatv.id || Surabaya – Ratusan jurnalis dari berbagai daerah di Jawa Timur menggelar aksi solidaritas di halaman Polda Jawa Timur, Rabu (18/3/2026). Mereka mendesak pengusutan tuntas dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dinilai janggal terhadap jurnalis Muhammad Amir.
Aksi ini diinisiasi oleh Aliansi Jurnalis Jawa Timur bersama Aliansi Jawa Timur Peduli Jurnalis sebagai bentuk protes atas penahanan Amir yang sebelumnya diamankan oleh Polres Mojokerto Kabupaten.
Koordinator aksi, Taufik, menegaskan bahwa pihaknya menemukan indikasi kuat adanya rekayasa dalam proses OTT tersebut.
“Kami menduga ini bukan OTT murni, melainkan operasi yang disetting. Banyak kejanggalan yang tidak masuk akal,” tegasnya di hadapan massa.
Dalam aksi tersebut, para jurnalis secara resmi melaporkan dugaan pelanggaran prosedur ke beberapa unit internal kepolisian, di antaranya Propam, Wassidik Krimum, dan Irwasda Polda Jatim.
Tuntutan Tegas Jurnalis
Aliansi jurnalis menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:
– Mengusut dugaan rekayasa OTT secara transparan
– Mencopot Kapolres Mojokerto Kabupaten dan Kasatreskrim
– Memberikan penangguhan penahanan terhadap Muhammad Amir

Menurut perwakilan tim hukum, hingga saat ini belum terdapat bukti kuat yang dapat membenarkan tuduhan terhadap Amir.
“Penangguhan penahanan penting agar proses hukum berjalan objektif tanpa tekanan,” ujarnya.
Didukung Elemen Masyarakat
Aksi ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat sipil, termasuk Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), aktivis hukum, dan komunitas pemuda.
Perwakilan massa akhirnya diterima oleh pihak Propam Polda Jatim untuk menyampaikan laporan secara resmi. Pihak kepolisian menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur yang berlaku.
Jaga Kebebasan Pers
Dalam penutup aksinya, Taufik menegaskan bahwa kasus ini bukan hanya soal individu, melainkan menyangkut kebebasan pers di Indonesia.
“Jika satu jurnalis bisa dikriminalisasi, maka ini ancaman bagi seluruh insan pers. Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas,” pungkasnya.
Aksi berlangsung tertib dan damai, mencerminkan kuatnya solidaritas jurnalis dalam menjaga independensi dan kebebasan pers sebagai pilar demokrasi.
Editor : Red






