KPK Periksa 5 Saksi Kasus Hibah Jatim, APMP Desak Bongkar Aktor Utama dan Aliran Dana

seputarindonesiatv.id || Jakarta – Kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipidkor) dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2021–2022 kembali memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami perkara dengan memeriksa sejumlah saksi kunci.

Melalui juru bicara KPK, Budi Prasetyo, lembaga antirasuah itu mengonfirmasi pemeriksaan lima saksi pada Senin (6/4/2026) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Pemeriksaan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat konstruksi perkara dan menelusuri aliran dana hibah yang diduga diselewengkan.

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” ujar Budi kepada wartawan.

Adapun lima saksi yang diperiksa meliputi Nurhakim (anggota DPRD Kabupaten Bangkalan dari PDIP), Mohammad Ruji, Subaidi, Tajus Suhud, serta Amir Lubis (anggota DPRD Kabupaten Sampang dari Partai Gerindra). Seluruhnya disebut memenuhi panggilan dan menjalani pemeriksaan.

KPK belum merinci materi pemeriksaan, namun kuat dugaan bahwa penyidik tengah menelusuri peran masing-masing pihak dalam proses pengajuan, pencairan, hingga penggunaan dana hibah pokmas yang selama ini menjadi sorotan publik.

Di tengah perkembangan tersebut, Ketua Umum Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Jawa Timur (APMP Jatim), Acek Kusuma, melontarkan kritik keras sekaligus desakan kepada KPK agar tidak berhenti pada pemeriksaan saksi semata.

Menurut Acek, kasus dana hibah pokmas ini diduga melibatkan jaringan yang lebih luas dan sistematis, sehingga penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh hingga ke aktor intelektual.

“KPK jangan hanya berhenti di level saksi atau pelaksana teknis. Kami menduga ada aktor utama yang selama ini bermain di balik layar. Ini yang harus dibongkar sampai tuntas,” tegas Acek.

Ia juga menyoroti potensi kerugian negara yang besar serta dampaknya terhadap kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah.

“Dana hibah pokmas seharusnya menyentuh masyarakat bawah. Kalau dikorupsi, ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi pengkhianatan terhadap rakyat Jawa Timur,” lanjutnya.

APMP Jatim mendesak KPK untuk transparan dalam setiap perkembangan perkara serta segera menetapkan tersangka baru jika ditemukan alat bukti yang cukup.

“Kami akan terus mengawal kasus ini. Jangan sampai ada upaya perlindungan terhadap pihak-pihak tertentu. KPK harus berani dan tegas,” pungkas Acek.

Kasus dana hibah pokmas APBD Jawa Timur sendiri sebelumnya telah menyeret sejumlah nama dalam pusaran hukum. Publik kini menunggu langkah lanjutan KPK, apakah pemeriksaan saksi ini akan mengarah pada pengungkapan aktor besar di balik dugaan praktik korupsi yang terstruktur tersebut.

Editor : Red

  • Related Posts

    “Lembaga Bantuan Hukum MADAS Sedarah Memanas” Desak Pembebasan Terdakwa dan Evaluasi Jaksa Curang

    seputarindonesiatv.id || SAMPANG – Aksi demonstrasi yang digelar Lembaga Bantuan Hukum (LBH) MADAS Sedarah di depan Pengadilan Negeri Sampang, Rabu 15/04/2026 jam 9.00wib sampai selesai besih tegang. Massa aksi menyuarakan dugaan…

    Empat Tahun Berkarya, Liputan Phatas Diharapkan Makin Tajam dan Kredibel

    seputarindonesiatv.id || Surabaya – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Media Online Liputan Phatas yang akan digelar pada 15 April 2026, berbagai ucapan selamat dan dukungan mengalir dari sejumlah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Pemkab Sidoarjo Pastikan Dapur SPPG di Tarik Sesuai Standar Operasional

    Pemkab Sidoarjo Pastikan Dapur SPPG di Tarik Sesuai Standar Operasional

    “Lembaga Bantuan Hukum MADAS Sedarah Memanas” Desak Pembebasan Terdakwa dan Evaluasi Jaksa Curang

    “Lembaga Bantuan Hukum MADAS Sedarah Memanas” Desak Pembebasan Terdakwa dan Evaluasi Jaksa Curang

    Dibongkar di Pengadilan, Skema SP Kilat dan Mutasi Kilat PT Rembaka Jadi Sorotan

    Dibongkar di Pengadilan, Skema SP Kilat dan Mutasi Kilat PT Rembaka Jadi Sorotan

    Empat Tahun Berkarya, Liputan Phatas Diharapkan Makin Tajam dan Kredibel

    Empat Tahun Berkarya, Liputan Phatas Diharapkan Makin Tajam dan Kredibel

    Dorong Digitalisasi, 1.577 Smartboard Disalurkan ke Sekolah di Sidoarjo

    Dorong Digitalisasi, 1.577 Smartboard Disalurkan ke Sekolah di Sidoarjo

    Pemkab Gresik Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen CPNS 2026, Warga Diminta Waspada Penipuan

    Pemkab Gresik Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen CPNS 2026, Warga Diminta Waspada Penipuan