seputarindonesiatv.id || Bojonegoro – Melalui kegiatan umpan balik penerbitan rekomendasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus melakukan pemantauan dan peningkatan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (09/3/2026) di Ruang Angling Dharma.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa jumlah SPPG di Kabupaten Bojonegoro terus berkembang. Hingga saat ini tercatat terdapat 133 SPPG, dengan 123 di antaranya telah beroperasi, dua berstatus suspect, dan sembilan lainnya belum beroperasional.
Ia menjelaskan, keberadaan SPPG tersebut telah melayani sebagian besar sasaran program MBG di Bojonegoro yang mencapai sekitar 356 ribu penerima manfaat. “Jika melihat data tersebut, pelayanan sudah hampir menjangkau 80 persen sasaran,” ujarnya.
Nurul Azizah juga mengatakan bahwa kualitas layanan dapur MBG harus terus dijaga dan ditingkatkan. Para pengelola dapur untuk memastikan menu dan penyajian makanan sesuai standar yang berlaku. “Sekarang masyarakat semakin terbuka menyampaikan masukan, termasuk melalui media sosial. Oleh karena itu dapur-dapur SPPG harus benar-benar menyesuaikan dengan standar yang ditetapkan,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati menyampaikan bahwa dari 133 SPPG yang ada, sebanyak 118 telah mengajukan SLHS.
Dari jumlah tersebut, 80 SPPG telah terbit sertifikatnya, sementara empat lainnya telah direkomendasikan namun masih dalam proses penerbitan. Selain itu terdapat 23 SPPG yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) serta 11 SPPG yang masih dalam proses verifikasi oleh tim Dinas Kesehatan.
“Hari ini kami mengundang 41 SPPG, terdiri dari 23 yang tidak memenuhi syarat dan 18 yang belum mengajukan SLHS. Pertemuan ini bertujuan memberikan umpan balik hasil verifikasi lapangan agar segera dilakukan perbaikan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap seluruh SPPG dapat memenuhi standar higiene sanitasi yang telah ditetapkan sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal, aman, dan berkualitas bagi para penerima manfaat.
Editor : Red






