seputarindonesiatv.id || JEMBER – Di tengah dinamika dunia jurnalistik yang terus bergerak cepat, sosok Tahrir, anggota Aliansi Wartawan Selatan (AWAS), merasakan kembali arti penting sebuah kebersamaan. Baginya, kegiatan konsolidasi AWAS yang digelar pada Rabu (06/05/2026) bukan sekadar forum organisasi, melainkan ruang untuk menguatkan hati dan semangat sebagai seorang wartawan.
Tahrir tampak hadir dengan penuh antusias. Wajahnya tampak sumringah saat menyapa rekan-rekannya. Bagi pria yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik ini, momen berkumpul seperti ini menjadi kesempatan langka di tengah kesibukan liputan yang padat.
“Kadang kita di lapangan itu berjalan sendiri-sendiri, sibuk dengan tugas masing-masing. Tapi di sini, kita kembali diingatkan bahwa kita tidak sendiri. Ada keluarga besar AWAS yang saling mendukung,” ungkap Tahrir dengan nada hangat.
Konsolidasi yang dipimpin langsung oleh Ketua AWAS, Moh. Subur, memang menekankan pentingnya kekompakan dan solidaritas. Namun bagi Tahrir, pesan itu terasa lebih dalam—bukan hanya soal organisasi, tapi juga tentang rasa memiliki dan saling menjaga.
Ia mengaku, dalam perjalanan menjadi wartawan, tidak sedikit tantangan yang dihadapi. Mulai dari tekanan di lapangan hingga tuntutan menyajikan informasi yang cepat dan akurat. Dalam kondisi seperti itu, dukungan dari sesama rekan menjadi hal yang sangat berarti.
“Solidaritas itu bukan hanya slogan. Ketika kita menghadapi kesulitan di lapangan, teman-teman AWAS ini yang pertama kali hadir memberi dukungan. Itu yang membuat saya tetap kuat,” tuturnya.
Di sela-sela kegiatan, Tahrir juga aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, hingga berbagi cerita ringan yang mempererat hubungan antaranggota. Baginya, komunikasi seperti ini menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan dan kekompakan tim.
Ia berharap, semangat yang terbangun dalam konsolidasi ini tidak berhenti di ruang pertemuan saja, tetapi terus hidup dalam keseharian para anggota AWAS, terutama saat menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.
“Kita ingin AWAS bukan hanya organisasi, tapi benar-benar menjadi rumah. Tempat kita bertumbuh, belajar, dan saling menguatkan,” tambahnya.
Menutup kegiatan, Tahrir bersama anggota lainnya berkomitmen untuk terus menjaga solidaritas dan meningkatkan kualitas pemberitaan. Ia percaya, dengan kebersamaan yang kuat, wartawan tidak hanya mampu menjalankan tugasnya secara profesional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Bagi Tahrir, hari itu bukan hanya tentang konsolidasi. Lebih dari itu, ia pulang dengan semangat baru—keyakinan bahwa di balik setiap berita yang ia tulis, ada kekuatan kebersamaan yang selalu menyertainya.
Editor : Red






